PT Esensi Solusi Buana (ESB), penyedia ekosistem teknologi food and beverage (F&B) terintegrasi, mencatat transaksi non-tunai pada bisnis kuliner di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah mencapai 78 persen.
CEO & Co-Founder ESB Gunawan menyampaikan bahwa basis merchant F&B di Surabaya tumbuh 32 persen dalam setahun terakhir. Ia menambahkan, transaksi dari merchant yang sudah beroperasi juga meningkat hampir 10 persen, dengan mayoritas transaksi kini dilakukan secara non-tunai.
Menurut Gunawan, pelaku usaha F&B menghadapi tekanan operasional ketika harga bahan baku meningkat dan margin keuntungan menipis, sehingga membutuhkan keputusan strategis. Ia mengatakan ESB menghadirkan ESB Order tidak hanya sebagai kanal pemesanan, tetapi juga sebagai metode untuk meningkatkan belanja konsumen yang berdampak langsung pada kinerja keuntungan.
Sementara itu, F&B Educator and Management Consultant Agung Haryadi menilai kondisi pasar kuliner Surabaya saat ini sebagai seleksi alam yang wajar di kota metropolitan yang tumbuh cepat. Ia menyoroti ketatnya persaingan, dengan bertambahnya kafe baru sementara pertumbuhan jumlah konsumen dinilai tidak secepat penambahan pelaku usaha.
Agung juga menilai, di tengah kompetisi tersebut, tekanan biaya operasional dari platform pengiriman daring menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku F&B. Ia menyebut selisih komisi dalam layanan pengantaran dapat berdampak langsung pada profitabilitas setiap transaksi delivery, terutama ketika kondisi ekonomi menekan margin dari berbagai sisi.