BERITA TERKINI
Erajaya Bentuk Joint Venture dengan Oriental Kopi Malaysia untuk Garap Pasar Restoran di Indonesia

Erajaya Bentuk Joint Venture dengan Oriental Kopi Malaysia untuk Garap Pasar Restoran di Indonesia

PT Era Boga Nusantara (EBN), divisi dari Erajaya Group (PT Erajaya Swasembada Tbk/ERAA), mengumumkan kemitraan strategis dengan Oriental Coffee International Sdn. Bhd (Oriental Kopi) melalui pembentukan perusahaan patungan.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 7 Agustus 2026, kemitraan tersebut diwujudkan dengan pendirian PT Era Oriental Kopi. Perusahaan patungan ini akan mengembangkan dan menjalankan usaha restoran bermerek Oriental Kopi di Indonesia, dengan fokus pengembangan tahap awal di wilayah Jabodetabek.

Dalam operasionalnya, PT Era Oriental Kopi akan mengelola gerai-gerai Oriental Kopi di Indonesia dengan dukungan dari Oriental Coffee International Sdn. Bhd, mencakup sistem operasional, resep, standar layanan, serta identitas merek. Dukungan ini ditujukan untuk menjaga konsistensi pengalaman pelanggan dan kualitas produk seperti di pasar asalnya.

Struktur kepemilikan perusahaan patungan tersebut menempatkan EBN sebagai pemegang 60% saham, sementara Oriental Coffee International Sdn. Bhd. memegang 40% saham.

CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, mengatakan Erajaya melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Oriental Kopi telah tumbuh bahkan sebelum merek itu hadir secara resmi di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi validasi sekaligus peluang strategis untuk memperkuat portofolio bisnis food & nourishment Erajaya Group.

Jeremy menyatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan pengalaman autentik Oriental Kopi beserta standar operasional yang telah terbukti, sekaligus memperluas akses konsumen Indonesia terhadap menu dan produk unggulan merek tersebut.

Sementara itu, Managing Director Oriental Kopi Holdings Berhad, Calvin Chan Jian Chern, menyebut ekspansi ke Indonesia sebagai babak penting bagi perusahaan. Ia menilai keputusan itu tidak hanya didasarkan pada potensi pasar, tetapi juga karena Indonesia dinilai selaras dengan karakter merek Oriental Kopi.

Calvin menambahkan kedekatan geografis Malaysia dan Indonesia dinilai membantu perusahaan mempertahankan aspek yang dianggap penting, seperti cita rasa autentik khas Malaysia, kualitas, dan pelayanan. Ia juga menyoroti kesamaan minat kedua negara terhadap kekayaan cita rasa kuliner, serta harapan agar warisan kuliner Oriental Kopi dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.

Di pasar saham, pada sesi I perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, saham ERAA menguat 1,32% atau naik 6 poin ke level 462. Saham dibuka di 456, bergerak pada rentang 452 hingga 470, dengan harga rata-rata transaksi 462. Volume transaksi tercatat 720,55 ribu lot dengan nilai transaksi Rp33,3 miliar.

Berdasarkan data Stockbit, dalam satu bulan terakhir saham ERAA naik 26,23% di rentang 336 hingga 468, sedangkan kinerja sepekan menguat 10,00% di rentang 420 hingga 468. Secara tahunan, saham ini naik 13,24%, sejalan dengan kinerja tiga bulan dan enam bulan yang juga tercatat 13,24% di rentang 314 hingga 468. Untuk periode satu tahun terakhir, kenaikannya 2,67%. Adapun dalam jangka tiga tahun dan lima tahun, kinerja masih minus masing-masing 11,15% dan 28,37%, sebelum mencatat kenaikan 161,02% dalam 10 tahun terakhir.

Dari sisi kinerja keuangan, laporan keuangan yang dipublikasikan menunjukkan Erajaya membukukan penjualan Rp42,89 triliun pada semester I 2026, meningkat dari Rp35,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp38,09 triliun dari Rp31,08 triliun, sementara laba bruto meningkat menjadi Rp4,79 triliun dari Rp3,96 triliun.

Beban penjualan dan distribusi tercatat Rp2,28 triliun pada semester I 2026, naik dari Rp1,69 triliun pada Juni 2025. Laba usaha meningkat menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,12 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp1,14 triliun dari Rp863,42 miliar, sedangkan laba periode berjalan tercatat Rp872,11 miliar, meningkat dari Rp605,82 miliar pada semester I 2025.