Mengelola rasa sedih penting dilakukan agar perasaan duka tidak berlarut-larut. Namun, hal ini kerap sulit dipraktikkan, terutama saat seseorang kehilangan orang tercinta. Dalam situasi seperti itu, rasa bersalah dan penyesalan bisa muncul dan terus mengganggu pikiran.
Psikolog klinis sekaligus pengajar Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, Meity Arianty, mengingatkan bahwa kesedihan merupakan bagian normal dari spektrum emosi. Meski demikian, seseorang juga perlu mengenali perbedaan antara kesedihan yang bersifat sementara dan kesedihan berkepanjangan yang dapat mengarah pada gangguan mental.
Berikut empat cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola rasa sedih saat kehilangan orang tersayang.
1. Menerima perasaan sedih
Langkah awal yang dinilai penting adalah menyadari, mengakui, dan menerima perasaan sedih. Meity menilai banyak orang cenderung menyangkal atau menutupi kesedihannya. Padahal, kebiasaan memendam emosi dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Karena itu, ia menyarankan agar perasaan sedih diterima dengan lapang sebagai bagian dari proses pemulihan.
2. Menenangkan pikiran
Kesedihan sering kali membuat pikiran terasa penuh dan bising, terutama pada orang yang sedang tertekan. Untuk itu, meluangkan waktu sejenak guna menenangkan pikiran bisa membantu. Meity menyebut sejumlah teknik yang dapat dicoba, seperti relaksasi atau meditasi, mengolah napas, beribadah, serta berolahraga. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat menjadi cara untuk memberi ruang bernapas bagi pikiran.
3. Memberi waktu untuk diri sendiri
Meity juga menyarankan agar seseorang memberi waktu untuk diri sendiri, termasuk berhenti sejenak dari kesibukan. Menurutnya, sebagian orang justru menyibukkan diri untuk melupakan kesedihan, padahal perasaan tersebut perlu diresapi melalui merenung atau berefleksi. Meski begitu, ia mengingatkan agar tetap memberi batas waktu supaya tidak terjebak dalam kesendirian terlalu lama.
4. Mencari “tempat” untuk mencurahkan perasaan
Mencurahkan perasaan dapat dilakukan dengan mencari teman atau komunitas yang memungkinkan saling bertukar pikiran agar tidak merasa sendirian. Jika lebih nyaman sendiri, seseorang juga dapat mencari tempat yang aman dan nyaman untuk menenangkan diri. Namun, Meity menekankan pentingnya tetap berinteraksi karena manusia adalah makhluk sosial, sehingga waktu menyendiri sebaiknya tidak berlangsung terlalu lama.

