Putus cinta kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat suasana hati sulit kembali stabil. Untuk membantu pemulihan emosi, Vignola memberikan beberapa saran yang berfokus pada cara kerja otak dan kebiasaan sehari-hari agar proses move on berjalan lebih cepat.
1. Berhenti “memberi makan” dopamin
Salah satu langkah awal yang disarankan adalah menghindari aktivitas yang memicu pelepasan dopamin, seperti memeriksa media sosial mantan pasangan atau sengaja mencari alasan untuk menghubungi mereka. Dalam situasi putus cinta, otak dapat terus mencari “target” untuk memperkuat kebiasaan yang menyerupai kecanduan.
Untuk mengatasinya, Vignola menyarankan detoks dopamin, misalnya dengan memblokir, membisukan, atau menghapus profil mantan pasangan. Perhatian kemudian dialihkan ke kegiatan lain seperti jalan-jalan, menekuni hobi, atau berolahraga.
2. Meningkatkan serotonin secara alami
Saat putus cinta, dopamin bisa melonjak karena dorongan mencari kepuasan sesaat, sementara serotonin justru menurun. Kondisi ini disebut dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kestabilan emosi.
Serotonin dapat dibantu pulih lewat aktivitas menyenangkan, termasuk hal kecil seperti menuntaskan buku atau mencapai target olahraga. Selain itu, paparan sinar matahari, aktivitas fisik, serta konsumsi makanan kaya triptofan—seperti kalkun, telur, dan kacang-kacangan—disebut dapat membantu menstabilkan suasana hati.
3. Mengatur sistem saraf
Ketika pikiran terasa kacau, mengalihkannya ke aktivitas yang menyenangkan dinilai dapat membantu menenangkan diri. Menulis jurnal, misalnya, disebut mampu mengaktifkan korteks prefrontal sehingga membantu memutus siklus pikiran obsesif.
Latihan pernapasan dalam meditasi juga disarankan karena dapat menurunkan hiperaktivitas amigdala, yang berkaitan dengan respons stres dan gejolak emosi.
4. “Menipu” otak agar merasa aman kembali
Untuk meredakan gejala “sakau” emosional setelah putus cinta, Vignola menyarankan peningkatan hormon oksitosin atau hormon cinta. Oksitosin dapat meningkat melalui sentuhan fisik seperti pelukan, pijatan, atau membelai hewan peliharaan.
Selain itu, memulai hubungan sosial baru juga disebut dapat membantu membentuk ikatan yang segar dan membantu mengatur ulang keterikatan.