Menonton film horor kerap menjadi hiburan yang mengasyikkan. Namun, setelah film berakhir, sebagian orang justru merasakan kekhawatiran, kecemasan, hingga takut. Adegan-adegan menyeramkan dapat mengganggu kualitas tidur, bahkan membuat seseorang terjaga sepanjang malam.
Sejumlah langkah sederhana bisa dilakukan untuk membantu meredakan rasa takut setelah menonton film horor, terutama bila film ditonton menjelang waktu tidur.
Efek film horor pada otak
Film horor umumnya menggunakan trik psikologi untuk memengaruhi pikiran dan emosi penonton. Ketegangan dibangun melalui ilusi bahaya, termasuk lewat desain suara yang mencekam dan adegan-adegan mengejutkan.
Rangsangan tersebut dapat memicu stres pada otak. Stres ini bisa terbawa hingga waktu tidur, membuat otak sulit rileks dan tenang. Akibatnya, sebagian orang mengalami mimpi buruk.
Dampaknya dapat terasa lebih kuat pada orang yang memiliki gangguan kecemasan atau trauma. Kelompok ini berpotensi merasakan efek yang lebih intens dibanding penonton yang sudah terbiasa menikmati film horor.
Cara mengatasi rasa takut setelah menonton film horor
1. Cari distraksi yang menyenangkan
Mengalihkan perhatian dari hal-hal yang memicu kegelisahan dapat membantu menurunkan rasa takut. Distraksi bisa dilakukan dengan menonton film komedi, mendengarkan musik, atau menghirup udara segar di luar rumah.
Bagi yang menonton film horor sebelum tidur, distraksi menjadi penting agar film horor bukan menjadi hal terakhir yang dipikirkan. Salah satu caranya adalah mencari video yang menghibur di ponsel sebelum tidur.
2. Tonton video behind the scenes
Menonton cuplikan behind the scenes atau wawancara para pemeran dapat memberi perspektif baru bahwa film dibuat sebagai karya fiksi. Melihat aktor dan aktris berinteraksi di balik layar dapat membantu menenangkan pikiran dan mengingatkan bahwa adegan menyeramkan hanyalah bagian dari produksi, bukan kenyataan.
3. Habiskan waktu bersama teman atau keluarga
Berada di sekitar orang terdekat dapat mengurangi perasaan sendirian setelah menonton film horor. Jika tidak memungkinkan bertemu langsung, menghubungi teman atau keluarga untuk berbincang tentang hal-hal menyenangkan juga dapat membantu mengalihkan pikiran dari rasa takut.