BERITA TERKINI
ELPI Anggarkan Capex Rp 758 Miliar pada 2026 untuk Perkuat OSV dan Ekspansi Offshore

ELPI Anggarkan Capex Rp 758 Miliar pada 2026 untuk Perkuat OSV dan Ekspansi Offshore

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 758 miliar untuk tahun 2026. Dana tersebut akan dialokasikan secara strategis mengikuti prioritas perusahaan, dengan fokus pada penguatan kapasitas operasional dan pengembangan bisnis berkelanjutan.

Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengatakan, penggunaan capex 2026 diarahkan untuk memperkuat fondasi perseroan di segmen utama offshore support vessel (OSV) dan Drybulk untuk kapal tug & barge. Rencana ini mencakup pengembangan serta penambahan armada pendukung yang memiliki efisiensi operasional dan energi yang lebih baik.

Selain itu, sebagian capex juga disiapkan untuk mendukung diversifikasi dan ekspansi usaha, baik pada segmen yang sudah berjalan maupun peluang bisnis baru yang masih relevan dengan kompetensi inti perseroan.

Dari sisi operasional, ELPI menargetkan ekspansi offshore secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun dengan fokus pada kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Strategi tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan operasional sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru yang lebih terdiversifikasi.

Wawan menyebut kawasan Timur Tengah menjadi salah satu prioritas setelah keberhasilan awal ELPI di Abu Dhabi. Menurutnya, capaian tersebut memberikan pijakan kuat serta referensi positif bagi perseroan untuk mengembangkan kerja sama lanjutan di wilayah tersebut.

ELPI menegaskan ekspansi armada dan rute layanan akan dilakukan dengan mengedepankan kesiapan armada, efisiensi operasional, serta prinsip keberlanjutan. Dengan pendekatan itu, perseroan optimistis dapat memperluas jangkauan layanan, memperkuat daya saing, serta mempertegas posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang mampu bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan di tingkat global.

Saat ini, ELPI mengoperasikan total 114 unit armada di berbagai segmen usaha. Ke depan, perseroan berkomitmen menambah armada secara selektif dan bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek keberlanjutan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.