BERITA TERKINI
Edukasi Gizi dan Skrining Kesehatan untuk Lansia Digelar di Pakhuwon Poncol Semarang

Edukasi Gizi dan Skrining Kesehatan untuk Lansia Digelar di Pakhuwon Poncol Semarang

SEMARANG — Program pengabdian masyarakat berupa edukasi gizi dan pemeriksaan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia) digelar di Pakhuwon Poncol, Kelurahan Pindrikan Lor, Semarang, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung masa tua yang sehat, aktif, dan produktif.

Program tersebut dilaksanakan oleh lima mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES), yaitu Louisa Yona Dewi Asgita, Denissya Softiani, Valiza Maharani Putri, Najaah Ulinnuha Musthafa, dan Grace Nathania. Rangkaian kegiatan meliputi skrining kesehatan awal, senam otak (brain gym), pemaparan edukasi gizi seimbang, serta konseling gizi individual.

Dalam pemaparan kegiatan, disebutkan bahwa Indonesia secara bertahap memasuki fase ageing population, ditandai meningkatnya proporsi penduduk lansia. Pertambahan usia juga diiringi perubahan fisiologis, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat memengaruhi status gizi serta kesehatan harian. Kelompok lansia umumnya terbagi menjadi lansia awal (60–69 tahun), lansia madya (70–79 tahun), dan lansia akhir (80 tahun ke atas).

Di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, penyakit tidak menular (PTM) menjadi tantangan kesehatan yang menonjol pada kelompok lansia. Data yang disampaikan dalam kegiatan mencatat hipertensi sebagai kondisi dengan prevalensi tertinggi sebesar 63,5% dan disebut sebagai faktor risiko utama stroke serta penyakit jantung. Prevalensi penyakit jantung tercatat 4,5% dan stroke 4,4%.

Selain itu, diabetes melitus pada lansia tercatat memiliki prevalensi 5,7% dan membutuhkan pengelolaan gula darah secara disiplin. Kondisi ini juga berkaitan dengan tingginya angka kurang aktivitas fisik pada lansia, yakni 31,4% pada usia 60–64 tahun dan meningkat menjadi 47,9% pada usia 65–69 tahun. Dari aspek psikologis, gangguan kesehatan jiwa disebut berada pada kisaran 2,7%–3,1% dan depresi 1,6%–1,9%. Ancaman kesehatan lain yang turut disorot meliputi pneumonia (5,6%), ISPA (4,6%), diare (7,9%), serta masalah obesitas.

Di lokasi kegiatan, rangkaian acara diawali dengan absensi dan skrining kesehatan. Para lansia menjalani pemeriksaan antropometri dan tanda vital, meliputi pengukuran tekanan darah, penimbangan berat badan, serta pengukuran lingkar perut. Tahap ini ditujukan untuk membantu deteksi dini risiko hipertensi maupun obesitas abdominal.

Setelah skrining, peserta mengikuti sesi senam otak sebelum menerima materi edukasi. Senam otak yang dilakukan dirancang untuk menstimulasi fungsi kognitif, melatih koordinasi motorik, serta meningkatkan fokus dan konsentrasi.

Materi edukasi kemudian difokuskan pada konsep gizi seimbang, pemilihan bahan makanan sehat, dan risiko konsumsi berlebihan gula, garam, dan lemak (GGL). Kegiatan ditutup dengan konseling gizi individual, yang memberi kesempatan peserta berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan dan pola makan harian, serta memperoleh saran praktis sesuai kondisi fisik masing-masing.

Dalam panduan yang disampaikan, pemenuhan gizi disebut penting untuk menjaga kekuatan otot, kesehatan tulang, imunitas, mencegah dehidrasi, serta membantu mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Lansia dianjurkan mengonsumsi makanan padat zat gizi yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Bila terdapat kendala mengunyah atau menelan, tekstur makanan dapat disesuaikan menjadi lebih lunak, disertai pengaturan porsi serta variasi warna dan aroma makanan untuk menjaga nafsu makan.

Peserta juga diimbau membatasi asupan GGL, yakni gula maksimal 4 sendok makan per hari, garam maksimal 1 sendok teh per hari, serta lemak dan minyak maksimal 5 sendok makan per hari. Anjuran tersebut disertai saran mengurangi makanan bergoreng dan santan kental.

Selain pola makan, gaya hidup sehat lain yang ditekankan meliputi aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau latihan keseimbangan secara teratur, stimulasi kognitif, serta interaksi sosial untuk mendukung kesehatan mental. Lansia juga dianjurkan beristirahat cukup dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala di posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat.