Aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner yang rutin berlangsung setiap akhir pekan di kawasan Alun-Alun Itho Sendawar dinilai telah memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Namun, pengelolaan kawasan tersebut disebut masih perlu ditingkatkan agar potensi UMKM lokal dapat berkembang lebih optimal.
Anggota DPRD Kutai Barat, Sadli, mengatakan kehadiran UMKM kuliner di Alun-Alun Itho Sendawar berhasil menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya, antusiasme pengunjung menunjukkan kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri sebagai ruang aktivitas ekonomi sekaligus ruang publik.
“Setiap akhir pekan kawasan ini selalu ramai. Itu menunjukkan UMKM kuliner di Alun-Alun Itho Sendawar sudah menjadi magnet bagi masyarakat,” ujar Sadli, Selasa, 20 Januari 2026.
Meski demikian, Sadli menilai dukungan pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan UMKM itu masih belum maksimal. Ia menyoroti keterbatasan fasilitas dan infrastruktur pendukung yang dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Ia menyebut para pelaku UMKM masih menghadapi kondisi lapangan yang kurang mendukung, seperti keterbatasan kios permanen, sarana kebersihan, penerangan, hingga fasilitas tempat duduk bagi pengunjung.
“Kalau fasilitasnya tersedia dengan baik, pedagang tidak perlu lagi bongkar pasang tenda setiap minggu. Pengunjung pun akan merasa lebih nyaman saat datang,” katanya.
Sadli menilai penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai dapat memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, fasilitas yang baik juga dinilai membantu pelaku UMKM menjalankan usaha secara lebih tertata dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, Alun-Alun Itho Sendawar memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan UMKM kuliner. Dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat, ia menilai pemerintah daerah tidak perlu lagi berfokus pada upaya menarik keramaian, melainkan pada penataan dan peningkatan kualitas kawasan.

