BERITA TERKINI
Dokter Spesialis Gizi Klinik Luruskan Mitos Pola Makan Sehat, dari Makan Malam hingga Wadah Plastik

Dokter Spesialis Gizi Klinik Luruskan Mitos Pola Makan Sehat, dari Makan Malam hingga Wadah Plastik

Dokter spesialis gizi klinik Karin Wiradarma memaparkan sejumlah fakta penting seputar pola makan sehat untuk meluruskan berbagai persepsi keliru yang beredar di masyarakat. Penjelasan tersebut disampaikan melalui sebuah tayangan wawancara yang membahas mitos kesehatan terkait makanan, kebiasaan makan, hingga keamanan kemasan.

Salah satu isu yang dibahas adalah anggapan bahwa makan pada malam hari selalu menyebabkan kegemukan. Karin menjelaskan, kenaikan berat badan lebih dipengaruhi metabolisme tubuh serta total porsi makanan harian, bukan semata-mata waktu makan.

Ia juga menanggapi pandangan yang menyarankan penggantian gula pasir sepenuhnya dengan madu. Menurutnya, tubuh pada dasarnya masih memperbolehkan asupan gula harian selama tidak melampaui batas toleransi normal.

Terkait kebiasaan memanaskan ulang makanan, Karin menyoroti potensi penurunan kualitas gizi bila pemanasan dilakukan berulang kali. Namun, pemanasan ulang dalam batas wajar dinilai masih aman selama makanan disimpan pada suhu udara dingin.

Perhatian lain diberikan pada penggunaan wadah plastik yang tidak tahan panas saat memanaskan makanan. Ia mengingatkan bahwa pemanasan plastik secara berlebihan dapat memicu perpindahan bahan kimia berbahaya ke dalam makanan hangat.

Mengenai isu bisfenol A (BPA) pada wadah galon air, Karin menyatakan penggunaannya aman bagi orang dewasa karena senyawa tersebut telah diproses sehingga tetap terikat aman di dalam struktur kemasan. Meski demikian, ia menegaskan wadah berbahan BPA sangat tidak disarankan untuk perlengkapan makanan bayi sehat karena organ hati bayi belum mampu memproses dan mengeluarkan sisa bahan kimia secara sempurna.

Dalam hal memilih produk makanan kalengan, Karin menyarankan konsumen hanya membeli kemasan yang utuh dan tidak mengalami kerusakan maupun penurunan kualitas fisik.

Ia turut membahas konsumsi suplemen serat yang dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Meski begitu, masyarakat tetap dianjurkan memprioritaskan sumber serat alami, seperti sayuran.

Untuk penurunan berat badan, Karin menekankan pentingnya kemampuan mengontrol pola konsumsi harian. Ia menyebut makanan gorengan serta produk dengan kadar gula tinggi sebagai jenis asupan yang perlu dibatasi.

Pada bagian akhir, Karin menganjurkan masyarakat lebih mengutamakan makanan berbentuk padat daripada cair. Menurutnya, mengunyah makanan padat secara perlahan dapat membantu memunculkan sinyal kenyang yang bertahan lebih lama.