Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat dalam agenda Bahana Bersahaja yang digelar di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, pada Rabu–Kamis (19–20/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Madiun mendekatkan pelayanan publik ke tingkat desa.
Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, mengatakan pihaknya membawa sejumlah program yang dapat dimanfaatkan warga, mulai dari pelayanan kesehatan hewan, intervensi gizi balita, edukasi pangan, hingga bazar pangan murah. Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya menyasar sektor peternakan, tetapi juga penguatan ketahanan pangan keluarga serta percepatan penanganan stunting.
Dalam layanan kesehatan hewan, DKPP menurunkan tim medis veteriner untuk memeriksa ternak milik warga, termasuk ternak besar seperti sapi dan kambing serta unggas. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan ternak. DKPP menilai langkah jemput bola ini penting karena kesehatan ternak berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha dan perekonomian keluarga peternak.
Di sisi lain, DKPP juga menyalurkan intervensi gizi bagi anak balita. Sebanyak 273 paket makanan bergizi dibagikan dengan isi susu segar dan telur rebus sebagai sumber protein hewani untuk membantu meningkatkan asupan gizi anak.
“Lewat pelayanan jemput bola ini, kami tidak hanya memastikan hewan ternak warga tetap produktif dan bebas penyakit, tetapi juga berfokus pada investasi gizi anak-anak balita demi mencetak generasi Madiun yang sehat dan bebas stunting,” ujar Paryoto.
Selain pembagian paket gizi, DKPP memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para ibu, mengenai pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga dalam memilih bahan pangan serta mengolah makanan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Pemerintah juga menyediakan bazar pangan murah dengan bahan pokok berkualitas yang ditawarkan di bawah harga pasar. Bazar tersebut ditujukan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
Kegiatan Bahana Bersahaja turut menghadirkan layanan publik lainnya dari Pemerintah Kabupaten Madiun, seperti pemeriksaan kesehatan, administrasi kependudukan, perizinan, pertanahan, hingga layanan kepastian hukum. Dengan konsep pelayanan di desa, warga tidak perlu mendatangi berbagai kantor pemerintahan untuk mengurus kebutuhan layanan.
Bupati Madiun Hari Wur menegaskan bahwa layanan yang dibawa langsung ke desa merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, insya Allah akan kita penuhi,” ujarnya.
Hari Wur juga menekankan pentingnya penanganan stunting sebagai bagian dari persiapan generasi emas Kabupaten Madiun menuju 2045. “Generasi emas tahun 2045 harus kita siapkan mulai saat ini. Tidak bisa tiba-tiba menjadi, tetapi membutuhkan persiapan yang luar biasa,” katanya.
Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme warga terlihat dengan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia. Pemerintah Kabupaten Madiun menilai model pelayanan langsung ini dapat memudahkan masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi dan memahami kebutuhan warga secara lebih dekat.