SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan remaja putri untuk lebih memperhatikan asupan gizi dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah pencegahan anemia. Anemia disebut masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada perempuan usia remaja.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kotim, dr Noorliyana, mengatakan remaja putri termasuk kelompok yang paling rentan mengalami anemia karena kehilangan darah setiap bulan saat menstruasi.
“Perempuan setiap bulan mengalami haid, sehingga lebih sering terkena anemia. Kalau laki-laki kan tidak mengalami haid,” kata Noorliyana, Kamis (6/8/2026).
Noorliyana menjelaskan anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal. Menurutnya, anemia tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan perempuan saat memasuki usia dewasa hingga menjadi ibu. “Karena perempuan-perempuan itu kan calon-calon ibu. Kalau sejak remaja dia sudah tidak anemia dan kualitas gizinya terjaga, insyaallah dia akan melahirkan generasi-generasi yang sehat,” ujarnya.
Untuk mencegah anemia, Dinkes Kotim menganjurkan penerapan pola makan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah-buahan. Remaja juga disarankan rutin mengonsumsi makanan kaya zat besi setiap hari, seperti daging, ikan, hati, kacang-kacangan, telur, dan sayuran hijau.
Khusus remaja putri, konsumsi TTD dianjurkan dilakukan secara rutin sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Dinkes mengingatkan TTD dapat diperoleh secara gratis melalui puskesmas.
“Makannya menu gizi seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein, buah-buahan, dan juga minum tablet tambah darah. Tablet tambah darah dari puskesmas itu gratis,” jelas Noorliyana.