BERITA TERKINI
Dinkes Kota Batu Ingatkan Risiko Dehidrasi Saat Udara Dingin, Ini Cara Menghitung Kebutuhan Cairan

Dinkes Kota Batu Ingatkan Risiko Dehidrasi Saat Udara Dingin, Ini Cara Menghitung Kebutuhan Cairan

Suhu dingin yang kerap dirasakan warga Kota Batu pada musim kemarau dapat membuat sebagian orang merasa tidak haus. Kondisi ini berisiko menurunkan asupan cairan harian, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan meski udara terasa sejuk.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, mengingatkan bahwa rasa haus bukan indikator yang selalu dapat diandalkan saat cuaca dingin. “Biasanya karena kita dingin, kita lupa minum. Dipikir cairannya cukup, padahal tetap terjadi penguapan dari tubuh kita,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, dehidrasi tetap bisa terjadi meski suhu rendah karena tubuh terus kehilangan cairan melalui pernapasan dan penguapan kulit. Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan kecukupan minum harian.

Dr. Icang menjelaskan, kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama sehingga patokan umum 2 liter per hari tidak selalu tepat. Ia menyarankan perhitungan berdasarkan berat badan, yakni berat badan (kg) dikalikan 30 mililiter.

Contohnya, seseorang dengan berat 50 kilogram membutuhkan minimal 1.500 mililiter cairan per hari. Sementara itu, orang dengan berat 80 kilogram membutuhkan sekitar 2.400 mililiter per hari. Rumus ini dinilai membantu menyesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan individu, terutama saat cuaca dingin ketika rasa haus cenderung berkurang.

Selain menjaga kecukupan cairan, dr. Icang juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi, khususnya bagi yang memiliki riwayat alergi. Ia menyarankan menghindari makanan yang berpotensi memicu alergi. “Hindari makanan yang berpotensi menimbulkan alergi. Biasanya pasien sudah tahu makanan apa yang bisa memicu kambuhnya penyakit mereka,” katanya. Ia menyebut contoh pemicu alergi antara lain hasil laut, terasi, dan makanan tertentu lainnya.

Ia turut menekankan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama musim kemarau. “Tetap lakukan PHBS. Cuci tangan sebelum makan dan minum agar virus tidak mudah masuk ke dalam tubuh,” ujarnya.

Menurut dr. Icang, kombinasi nutrisi yang baik, kecukupan cairan, penggunaan pakaian hangat, serta pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama fenomena bediding.