Dinas Pertanian Kota Semarang bekerja sama dengan SDN Petompon 02 menggelar program Gerimis Lur (Gerakan Minum Susu dan Makan Telur), Gemasbun (Gerakan Makan Sayur dan Buah Nusantara), serta sosialisasi pemeliharaan hewan kesayangan, Jumat (7/8). Kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan pentingnya gizi seimbang, konsumsi pangan lokal, dan kesehatan hewan sejak usia dini.
Kepala SDN Petompon 02, Bayu Wijayama, menyatakan sekolah terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkaya pengalaman belajar murid. Menurutnya, kehadiran Dinas Pertanian menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik dan interaksi langsung dengan narasumber.
“Kolaborasi seperti ini sangat bermanfaat karena murid memperoleh pengalaman belajar yang nyata. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Bayu.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Semarang, Chairun Nisa, menjelaskan ketiga program tersebut dipadukan agar pesan mengenai gizi dan kesehatan dapat diterima murid secara menyeluruh. Gerimis Lur mengajak anak-anak membiasakan minum susu dan makan telur sebagai sumber protein hewani, sedangkan Gemasbun mengenalkan pentingnya konsumsi sayur dan buah sebagai bagian dari gizi seimbang.
Adapun sosialisasi pemeliharaan hewan kesayangan, kata Chairun, bertujuan mengenalkan cara memperlakukan hewan dengan benar, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta pemahaman mengenai penyakit yang dapat ditularkan apabila hewan tidak dirawat dengan baik. Ia menambahkan, antusiasme murid terlihat dari banyaknya pertanyaan selama kegiatan berlangsung.
Chairun juga menyebut program tersebut sekaligus menjadi dukungan bagi peternak dan kelompok tani lokal. Susu, telur, sayur, dan buah yang diperkenalkan kepada murid berasal dari hasil produksi peternak serta petani di Kota Semarang. Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan bergizi sekaligus mendorong pemanfaatan produk lokal.
Dari pihak sekolah, pelaksana kegiatan Septi Erlin Puspitasari mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Guru SDN Petompon 02, Muhammad Iqbal Fauzi, menilai pendekatan narasumber membuat murid lebih mudah memahami materi. Ia melihat anak-anak antusias sejak awal hingga akhir kegiatan, aktif bertanya, dan berani berdiskusi karena materi dinilai dekat dengan kehidupan mereka.
Antusiasme juga disampaikan murid. Fadli, murid kelas 5A, mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan baru tentang cara merawat hewan peliharaan. “Saya jadi tahu cara merawat hewan peliharaan yang benar. Ternyata kebersihan hewan juga penting supaya tidak membawa penyakit. Saya juga jadi ingin lebih rajin minum susu dan makan telur,” katanya.
Sementara Bening, murid kelas 4B, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya mengonsumsi sayur dan buah. “Tadi dijelaskan manfaat sayur dan buah untuk tubuh. Belajarnya seru karena bisa langsung bertanya, jadi saya lebih paham dan ingin membiasakan makan sayur di rumah,” ujarnya.
Kolaborasi Dinas Pertanian Kota Semarang dan SDN Petompon 02 diharapkan dapat berlanjut melalui berbagai program edukatif lainnya untuk memperkuat budaya hidup sehat, meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan hewan, serta mengenalkan pentingnya produk pertanian dan peternakan lokal kepada murid sejak dini.