Dimsum, makanan asal Tiongkok yang kian populer di Indonesia, hadir dalam berbagai olahan seperti digoreng dan dikukus. Ragam pilihan ini pula yang mendorong lahirnya Dimsum Ahza Food, sebuah usaha kuliner yang kini banyak diminati.
Dalam dialog Santai Siang edisi Rekomendasi Kuliner dan Pemberdayaan UMKM, pemilik Dimsum Ahza Food Akmal Fauzan Setyawan menceritakan proses membangun usahanya. Menurut Akmal, tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis kuliner adalah kesabaran.
Ia menuturkan, perjalanan merintis usaha tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal berjualan, Akmal mengaku kerap membuang adonan karena hasil di lapangan tidak selalu sesuai teori. “Meskipun dari segi teorinya kita menguasai, nanti praktik di lapangan itu juga beda. Jadi, pengalaman tetap perlu,” katanya, dikutip Jumat, 10 April 2026.
Akmal merintis Dimsum Ahza Food bersama istrinya. Keduanya memperkenalkan dimsum buatan sendiri melalui lingkungan terdekat, termasuk teman-teman kantor. Dari upaya bertahap tersebut, pelanggan mulai bertambah dan usaha berkembang.
Akmal mengatakan, pada awalnya mereka belum memiliki konsumen tetap sehingga promosi dilakukan pelan-pelan. Ia menilai promosi dari mulut ke mulut menjadi cara yang efektif, dengan catatan kualitas produk harus dijaga.
Menurutnya, rekomendasi dari pelanggan yang puas berperan besar dalam mendorong pesanan ulang. Ia menyebut pengalaman baik yang dirasakan pembeli sering dibagikan kepada relasi atau orang terdekat, dan hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat pelanggan kembali memesan.

