BERITA TERKINI
Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM Kuliner, Omzet Disebut Bisa Naik Dua Kali Lipat

Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM Kuliner, Omzet Disebut Bisa Naik Dua Kali Lipat

Digitalisasi kian menjadi penggerak utama pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Indonesia. Integrasi teknologi tidak hanya mengubah cara pelaku usaha memasarkan dan menjual produk, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional.

Data menunjukkan adopsi platform daring—mulai dari layanan pesan antar hingga media sosial—dapat mendorong peningkatan omzet UMKM kuliner hingga dua kali lipat. Akses ke pasar yang lebih luas, termasuk peluang menjangkau konsumen global, serta manajemen inventaris yang terkomputerisasi disebut menjadi faktor penting di balik peningkatan kinerja tersebut.

Sebelum era digital, UMKM kuliner kerap menghadapi kendala berupa jangkauan geografis yang terbatas dan biaya pemasaran yang tinggi. Kini, aplikasi dan ekosistem digital dinilai memperluas akses pasar, sehingga warung kecil memiliki peluang bersaing dengan restoran yang lebih besar.

Pengamat ekonomi digital Budi Santoso menilai keberhasilan UMKM sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan perilaku konsumen yang bergerak cepat. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam sistem pembayaran nontunai serta personalisasi layanan sebagai kebutuhan yang semakin mendesak.

Dalam jangka panjang, transformasi digital ini juga berimplikasi pada munculnya lapangan kerja baru di sektor pendukung, seperti spesialis pemasaran digital dan pengelola data. Selain itu, standarisasi kualitas produk dinilai lebih mudah dicapai melalui sistem umpan balik pelanggan yang transparan di berbagai platform daring.

Perkembangan terbaru menunjukkan peningkatan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi permintaan dan mengelola rantai pasokan bahan baku. Teknologi tersebut disebut membantu UMKM mengurangi pemborosan makanan (food waste) sekaligus menjaga ketersediaan bahan segar.

Secara keseluruhan, digitalisasi dipandang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi bagi UMKM kuliner yang ingin bertahan dan berkembang. Penguatan kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku usaha dinilai penting untuk membangun ekosistem kuliner digital yang inklusif dan berkelanjutan.