BERITA TERKINI
Deretan Berita Kuliner Populer: Kedai Kopi Jadul Jaktim, Warung Padang Tertua di Singapura Tutup, hingga Perjalanan Farida Nurhan

Deretan Berita Kuliner Populer: Kedai Kopi Jadul Jaktim, Warung Padang Tertua di Singapura Tutup, hingga Perjalanan Farida Nurhan

Sejumlah berita kuliner menarik perhatian pembaca, mulai dari rekomendasi kedai kopi bernuansa tempo dulu di Jakarta Timur, kabar penutupan warung Padang yang disebut tertua di Singapura, hingga kisah perjalanan karier YouTuber kuliner Farida Nurhan.

Di Jakarta Timur, beberapa kedai kopi menawarkan suasana lawas yang cocok untuk bernostalgia. Selain atmosfernya yang membawa kembali nuansa zaman dulu, racikan kopi di tempat-tempat tersebut juga disebut menarik untuk dicoba.

Salah satu yang disorot adalah Toko Sedap Djaja (Wong Hin) yang telah buka sejak 1943. Toko ini dikenal menyediakan pilihan biji kopi yang digiling khusus. Pengunjung yang membeli biji kopi dan ingin langsung mencicipinya dapat mampir ke warung kopi di depan toko untuk meminta kopi diseduh.

Nama lain yang turut disebut ialah Toko Kopi Bemo di Pasar Rawamangun. Usaha ini sudah beroperasi sejak 1965 dan kini memiliki coffee shop sendiri dengan beragam pilihan minuman kopi maupun nonkopi. Selain itu, suasana kedai kopi bergaya jadul juga dapat ditemukan di P6 belas, Balistar Coffee, serta Waroeng Nusantara.

Dari Singapura, perhatian tertuju pada Warong Nasi Pariaman, warung makan Padang yang disebut-sebut telah berdiri sejak 78 tahun lalu. Warung tersebut dikabarkan akan ditutup pada 31 Januari 2026. Selama beroperasi, tempat ini dikenal dengan racikan bumbu yang otentik, sementara seluruh lauk disebut dimasak segar setiap hari.

Warong Nasi Pariaman juga disebut menjadi favorit sejak awal berdiri, baik bagi warga lokal maupun turis. Bahkan, seorang chef terkenal di Singapura, chef Zan, dikisahkan memiliki ritual makan di warung tersebut sebelum bepergian ke luar negeri.

Sementara itu, kisah hidup Farida Nurhan turut menjadi sorotan. Kreator konten yang akrab disapa Omay ini dikenal lewat konten kuliner di YouTube. Di kanalnya, ia telah menghasilkan 3.700 video dan memiliki 5,3 juta subscriber.

Sebelum dikenal luas, Farida Nurhan sempat bekerja sebagai TKW di Singapura dan Hong Kong. Setelah kembali ke Indonesia, ia memutuskan menjadi broker properti. Sejak 2017 hingga kini, ia aktif membuat konten di YouTube.

Namun, dalam 18 bulan terakhir, Farida Nurhan mengaku pendapatan dari YouTube sudah tidak lagi baik. Ia berencana menjual akun YouTube miliknya seharga Rp10 miliar dan ingin beralih fokus ke TikTok Live.