BERITA TERKINI
Depot Betty Bertahan 25 Tahun, Berawal dari Warung Pasar hingga Berkembang di Bedugul

Depot Betty Bertahan 25 Tahun, Berawal dari Warung Pasar hingga Berkembang di Bedugul

TABANAN – Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner di Bali, Depot Betty menjadi contoh UMKM yang mampu bertahan hingga 25 tahun dan terus berkembang lintas generasi.

Usaha ini dirintis pada 2001 oleh sebuah keluarga di Pasar Tradisional Pancasari. Sejak awal, Depot Betty mengandalkan menu utama babi guling dan daging mentah. Pada 2013, tongkat estafet usaha dilanjutkan oleh I Putu Bayu Ekayana setelah kondisi kesehatan orang tuanya menurun.

Bayu mengaku sempat kebingungan saat harus meneruskan usaha keluarga karena latar belakangnya bukan di bidang kuliner. “Awalnya saya bingung karena latar belakang saya hospitality, bukan kuliner. Saya dulu bartender,” ujarnya.

Meski tanpa pengalaman memasak, Bayu memilih mempertahankan resep keluarga. Ia kemudian memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas layanan, kebersihan, serta penerapan standar higienitas dalam operasional.

Dengan lokasi yang berada di jalur strategis Denpasar–Bedugul, Depot Betty memanfaatkan arus wisatawan untuk memperluas pasar. Kini, usaha tersebut telah berkembang ke beberapa titik dengan fokus utama di kawasan Bedugul.

Di saat banyak usaha kuliner tidak bertahan pada 3–5 tahun pertama, Depot Betty justru mampu bertahan dan berkembang. Bayu menilai konsistensi menjadi kunci. “Kami menjaga rasa, pelayanan, dan terbuka dengan kritik pelanggan,” katanya.

Dalam kegiatan operasional, Depot Betty menghabiskan sekitar 5–6 ekor babi per hari dari seluruh outlet. Pasokan diperoleh dari peternak lokal di Pancasari, Candikuning, hingga Baturiti.

Bayu juga menyebut pihaknya selektif dalam memilih bahan baku, termasuk jenis babi saddleback, chester, dan yorkshire untuk mendapatkan tekstur kulit yang lebih renyah. “Lemak itu penting supaya hasil akhirnya kriuk,” jelasnya.

Meski peluang ekspansi terbuka, Bayu memilih fokus menjaga stabilitas usaha. “Kami tidak terburu-buru ekspansi, yang penting usaha tetap berjalan baik,” tegasnya.

Kisah Depot Betty menunjukkan bagaimana UMKM lokal dapat bertahan dengan menjaga kualitas, meningkatkan layanan, serta menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.