BERITA TERKINI
Delapan Makanan yang Disarankan Ahli Gizi untuk Menekan Risiko Stroke

Delapan Makanan yang Disarankan Ahli Gizi untuk Menekan Risiko Stroke

Pola makan sehat dinilai dapat membantu menurunkan sejumlah faktor risiko stroke, mulai dari tekanan darah, kadar kolesterol, hingga pengaturan gula darah. Karena itu, ahli gizi merekomendasikan konsumsi makanan kaya nutrisi untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dalam artikel Prevention yang terbit pada 29 Juli 2026, pola makan DASH dan Mediterania disebut termasuk pola makan yang dikaitkan dengan risiko stroke lebih rendah. Keduanya mendorong konsumsi sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak, serta lemak sehat seperti minyak zaitun.

Meski demikian, ahli menegaskan tidak ada satu jenis makanan yang dapat mencegah stroke sendirian. Pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama.

1. Sayuran hijau
Bayam, kale, dan arugula menjadi salah satu pilihan yang disorot. Sayuran berdaun hijau kaya nitrat yang diubah tubuh menjadi oksida nitrat. Senyawa ini dapat membantu melemaskan tekanan pada arteri, mendukung aliran darah, dan menurunkan tekanan darah.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Epidemiology pada 2021 menemukan konsumsi setidaknya 60 miligram nitrat per hari dari sayuran dikaitkan dengan risiko stroke 17 persen lebih rendah. Jumlah itu setara dengan sekitar satu cangkir sayuran berdaun hijau.

2. Jeruk
Buah sitrus seperti jeruk dan grapefruit mengandung vitamin C, folat, serta kalium. Nutrisi tersebut disebut memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Buah sitrus juga mengandung serat larut yang dapat membantu menurunkan kolesterol, salah satu faktor risiko stroke. Namun, grapefruit dapat berinteraksi dengan obat tertentu sehingga konsumsinya perlu diperhatikan bagi orang yang sedang menjalani pengobatan.

3. Kenari
Kacang kenari disebut memiliki manfaat bagi sistem kardiovaskular. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada 2021 menemukan konsumsi sekitar setengah cangkir kenari per hari selama dua tahun dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Kenari juga mengandung asam lemak omega-3 jenis alfa-linolenat yang disebut dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi peradangan, meningkatkan aliran darah, dan membantu menurunkan tekanan darah.