Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara memamerkan beragam produk unggulan sekaligus kekayaan budaya daerah dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Promosi tersebut dikemas melalui pameran produk kriya, kuliner, serta perbincangan dalam acara Dekranasda Podcast yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso (Ella), hadir sebagai narasumber podcast dan memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Jepara, terutama di sektor kriya dan wastra. Ia menegaskan, karya-karya pelaku UMKM Jepara tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memuat identitas serta warisan budaya daerah.
Selain dikenal luas sebagai sentra mebel dan seni ukir, Jepara juga terus mengembangkan sektor wastra. Tenun Troso disebut telah menembus pasar yang lebih luas, seiring pengembangan Batik Jepara yang memiliki ragam motif bersejarah, salah satunya motif Perang Obor.
Pada kesempatan itu, Ella juga mengenakan busana bermotif Kartini. Motif tersebut dirancang untuk mengagungkan sosok R.A. Kartini, pahlawan emansipasi nasional asal Jepara, dengan sentuhan visual yang terinspirasi dari surat-surat peninggalannya.
“Saya berharap produk UMKM Jepara tidak hanya bisa dijual dan mampu bersaing dengan produk internasional, tetapi juga tetap mempertahankan identitas khas Jepara,” ujar Ella. Menurutnya, karakter dan narasi budaya lokal menjadi pembeda sekaligus daya saing utama produk Jepara di pasar global.
Tak hanya menampilkan kerajinan dan busana, stan pameran Jepara juga menyajikan kuliner khas bagi pengunjung. Sejumlah makanan dan minuman seperti Es Gempol Pleret, Pindang Serani, serta Horog-Horog Pecel Latoh turut diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Jepara.
Melalui integrasi pameran dan podcast, Dekranasda Jepara menyatakan optimistis promosi kriya, wastra, dan kuliner lokal dapat semakin meluas, sekaligus mengukuhkan posisi Jepara sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif di Jawa Tengah.