BERITA TERKINI
Dari Warung 12 Kursi, Jaringan Dosa Benne di Mumbai Diklaim Raup Rp 654,64 Miliar

Dari Warung 12 Kursi, Jaringan Dosa Benne di Mumbai Diklaim Raup Rp 654,64 Miliar

Seorang pemilik jaringan gerai camilan India membagikan sejumlah kiat yang disebut menjadi kunci pertumbuhan bisnisnya. Usaha yang bermula dari warung sederhana berkapasitas 12 kursi itu kini diklaim mampu meraup penghasilan hingga ratusan miliar rupiah.

Pengusaha Harsh Goenka, melalui unggahan di platform X, memaparkan faktor yang menurutnya mendorong kesuksesan Benne, jaringan dosa (panekuk tipis khas India) yang berkembang pesat di Mumbai. Ia menilai pertumbuhan tersebut ditopang oleh menu yang lebih terfokus, operasional yang efisien, serta harga yang terjangkau.

Goenka menjelaskan, Benne menawarkan produk andalan yang berbeda dari dosa pada umumnya. Jika dosa lazimnya berukuran besar, tipis, dan renyah, Benne mengusung Dosa Ala Davangere yang dibuat lebih kecil, lembut di bagian dalam, dan diberi mentega dalam jumlah banyak. Menurutnya, gaya khas ini menjadi pembeda yang membuat Benne memiliki keunikan tersendiri.

Selain diferensiasi produk, ia juga menekankan pentingnya menu yang ringkas. Benne membatasi jumlah hidangan agar konsistensi rasa lebih mudah dijaga. Strategi ini, menurut Goenka, sekaligus mempermudah pelatihan staf dan replikasi format ketika bisnis berkembang. Bagi restoran cepat saji, kesederhanaan tersebut dinilainya sebagai keuntungan yang signifikan.

Dari sisi pengalaman pelanggan, Benne menerapkan sistem pemesanan dan pelayanan mandiri melalui mesin elektronik. Goenka menyebut sistem ini dapat mengurangi kebutuhan layanan yang rumit, melibatkan pelanggan dalam proses pemesanan, serta memungkinkan restoran melayani lebih cepat.

Ia menambahkan, Benne berawal dari sebuah warung di gang Bandra pada 2024. Dalam perkembangannya, merek tersebut disebut menjadi salah satu jaringan dosa yang banyak dibicarakan di Mumbai, kerap mengundang antrean, dan dikunjungi sejumlah selebriti papan atas.

Menurut laporan yang dilansir dari food.ndtv.com pada 10 Agustus, Benne kini diklaim meraup penghasilan mencapai Rs 350 crore atau sekitar Rp 654,64 miliar. Angka tersebut disebut sebagai lonjakan besar bagi bisnis yang baru berusia sekitar dua tahun.

Goenka juga menyoroti faktor harga sebagai elemen penting dalam bisnis makanan. Ia menilai peluang sebuah produk akan lebih besar ketika mampu menjadi pilihan langganan yang rutin dikunjungi pelanggan. Selain itu, ia menekankan pelayanan yang tepat waktu sebagai hal yang perlu dijaga.

“Eksekusi yang brilian dengan beberapa diferensiasi adalah kuncinya,” simpul Goenka dalam unggahannya.