BERITA TERKINI
Dari Tugas Akhir Kuliah, Jurike Benu Kembangkan Kuliner Mafia Babi Oinklicious di Kupang

Dari Tugas Akhir Kuliah, Jurike Benu Kembangkan Kuliner Mafia Babi Oinklicious di Kupang

Usaha kuliner Mafia Babi Oinklicious di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berawal dari proyek tugas akhir perkuliahan. Pemiliknya, Jurike Benu, menceritakan perjalanan bisnis tersebut saat menjadi narasumber dalam program Teras UMKM di RRI Pro 4 Kupang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Jurike menjelaskan, proses riset dan pengembangan (R&D) resep dimulai pada Januari 2026 di Malang ketika ia masih berkuliah di BINUS University. Produk utama yang dikembangkan saat itu adalah sambal sei babi dalam kemasan jar.

Untuk memperkenalkan cita rasa sambal secara langsung kepada konsumen, ia kemudian menyiapkan produk turunan berupa paket nasi. Namun, selama uji coba pasar di Malang pada Maret hingga Juli 2026, Jurike melihat bahwa pasar olahan daging babi di kota tersebut cenderung terbatas.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan target kelulusan kampus—antara lain memiliki tempat usaha, mempekerjakan karyawan, dan mencapai omzet tertentu—Jurike memutuskan memindahkan usahanya ke Kupang pada Agustus 2026. Ia menilai peluang di Kupang lebih besar karena minat masyarakat terhadap kuliner olahan daging babi.

Setibanya di Kupang, Jurike melakukan penyesuaian resep agar sesuai dengan selera masyarakat NTT. Salah satu perubahan yang ia lakukan adalah menambahkan tumis sayur buncis dan bunga pepaya pada porsi nasi. Selain rasa, ia juga menekankan pentingnya penamaan menu yang unik dan mudah diingat sebagai bagian dari daya tarik produk.

Meski masih dijalankan secara rumahan di kawasan Sikua, pemesanan disebut terus mengalir melalui TikTok dan WhatsApp. Dalam sehari, penjualan Mafia Babi Oinklicious dilaporkan dapat mencapai sekitar 40 hingga 50 porsi.

Ke depan, Jurike berencana membuka outlet offline di pusat Kota Kupang agar lebih mudah dijangkau pelanggan. Ia juga ingin memperluas jangkauan pemesanan digital melalui layanan GrabFood.

Di akhir perbincangan, Jurike menyampaikan pesan bagi anak muda yang ingin memulai usaha. Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut gagal, memulai dari langkah kecil, serta disiplin menjaga keuangan dan tidak terhambat gengsi.