BERITA TERKINI
Dari PHK hingga Merintis Wahtèg Isoku, Andriani Retno Cerita Perjalanan Usaha Kuliner

Dari PHK hingga Merintis Wahtèg Isoku, Andriani Retno Cerita Perjalanan Usaha Kuliner

Pontianak — Program Ramadhan Vaganza RRI Pontianak edisi Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadhan 1447 H) menghadirkan perbincangan bersama Andriani Retno, pemilik Wahtèg Isoku. Dipandu Naufal, Dipa, dan Ibeng, obrolan ini mengangkat perjalanan Andriani membangun usaha kuliner dari keterbatasan hingga berkembang menjadi kafe yang diminati masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Andriani hadir bersama Dela, sosok yang dipercaya mengelola dapur sekaligus bertanggung jawab dalam proses memasak di Wahtèg Isoku. Keduanya berbagi peran untuk menjaga kualitas usaha yang terus bertumbuh.

Andriani mengungkapkan, langkahnya terjun ke dunia usaha berawal dari situasi tak terduga ketika ia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut mendorongnya mencari peluang baru di bidang kuliner.

“Waktu itu saya di-PHK, sempat bingung mau usaha apa. Dari situ mulai mencoba masuk ke dunia katering,” ujarnya.

Meski mengaku tidak memiliki minat awal dalam memasak, pengalaman dari lingkungan keluarga yang gemar memasak menjadi bekal dalam menjalankan usaha. Seiring waktu, bisnis katering yang dirintisnya berkembang dan membuka jalan untuk merambah ke usaha rumah makan yang kemudian dikenal dengan nama Wahtèg Isoku.

Andriani menjelaskan, nama Wahtèg Isoku memiliki makna sederhana: konsep warung dengan suasana lebih nyaman namun tetap menawarkan harga terjangkau. Ia menyebut pendekatan itu ditujukan agar tempatnya dapat diakses berbagai kalangan.

“Konsepnya seperti warung, tapi dibuat lebih nyaman. Jadi, semua kalangan bisa datang, baik mahasiswa, keluarga, maupun pekerja,” kata Andriani.

Di sisi lain, Dela berperan menjaga konsistensi rasa dan kualitas menu yang disajikan. Tanggung jawab di dapur tersebut dinilai menjadi bagian penting untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan seiring berkembangnya usaha.

Andriani juga menekankan pentingnya kehadiran usaha di platform digital agar lebih dikenal luas.

“Sekarang usaha harus hadir di digital. Dari situ kita bisa dikenal lebih luas,” tuturnya.

Ke depan, ia berharap Wahtèg Isoku dapat terus berkembang, termasuk membuka peluang cabang baru, sekaligus tetap menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul.