BERITA TERKINI
Dapur Mahmud Bertahan Sejak 2014 dengan Adaptasi Tren dan Konsistensi Kualitas

Dapur Mahmud Bertahan Sejak 2014 dengan Adaptasi Tren dan Konsistensi Kualitas

Industri kuliner di Kota Palu terus menunjukkan geliat kreatif, salah satunya melalui usaha dessert Dapur Mahmud yang dikelola Sara Sofira. Dalam siaran Santai Siang di PRO 2 RRI Palu, Sara menceritakan perjalanan bisnisnya yang telah berjalan sejak 2014.

Dapur Mahmud bermula dari menu andalan Dadarfla. Seiring waktu, usaha ini memperluas pasar lewat produk premium seperti donat dan puding three-in-one yang kini banyak diminati pencinta kudapan manis di Kota Palu.

Sara menilai kemampuan beradaptasi dengan tren menjadi kunci agar bisnis tetap relevan, termasuk mengikuti fenomena kuliner yang sedang viral. Ia menyebut perputaran tren yang cepat menuntut pelaku usaha untuk sigap menyesuaikan diri, tanpa meninggalkan menu utama yang menjadi fondasi usaha.

Meski aktif merespons tren, Dapur Mahmud tetap mempertahankan menu-menu klasik yang telah menjadi identitas merek selama bertahun-tahun. Konsistensi ini disebut penting untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sudah terbentuk, termasuk pelanggan tetap.

Dalam perbincangan tersebut, Sara juga menekankan prinsip keseimbangan antara harga dan kualitas. Menurutnya, harga bukan sekadar angka, melainkan cerminan nilai, proses, dan komitmen sejak awal produksi.

Ia mengakui produk Dapur Mahmud dipatok dengan harga yang cenderung lebih tinggi dibandingkan UMKM sejenis. Namun, ia menegaskan hal itu sejalan dengan komitmennya untuk tidak berkompromi pada kualitas bahan baku. Sara menyatakan lebih memilih menaikkan harga daripada menurunkan kualitas, karena bahan yang baik akan berpengaruh langsung pada rasa.

Sara meyakini pelanggan akan kembali jika merasakan kualitas yang konsisten, meski harus membayar lebih. Baginya, loyalitas tidak dibangun semata-mata dari harga murah, melainkan dari pengalaman rasa yang tetap terjaga pada setiap pembelian.