Konsep cloud kitchen semakin diminati pelaku usaha kuliner seiring berkembangnya ekosistem bisnis digital. Model ini mengandalkan dapur produksi tanpa menyediakan ruang makan, dengan penjualan yang bertumpu pada layanan pesan antar berbasis aplikasi daring.
Melalui sistem tersebut, konsumen dapat memesan makanan tanpa perlu datang langsung ke lokasi. Cloud kitchen pun dinilai memberi peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pelanggan lebih luas melalui kanal pemesanan online.
Risman, pemilik cloud kitchen di Medan, mengatakan fokus utama model ini adalah menjaga kualitas rasa dan kecepatan layanan di tengah persaingan menu yang ketat. Ia menyampaikan hal itu saat berbincang melalui telepon dalam program Santai Siang Pro 2 RRI Sibolga, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Risman, teknologi berperan besar dalam memperluas jangkauan pasar. Ia menilai satu dapur produksi dapat melayani pelanggan dari berbagai wilayah secara bersamaan, bergantung pada dukungan layanan pemesanan dan pengantaran.
Meski menawarkan peluang, Risman mengingatkan adanya tantangan operasional. Pengelolaan pesanan serta konsistensi rasa, kata dia, harus dijaga ketat agar pelayanan tetap stabil.
Ia juga menyarankan pelaku usaha yang baru memulai untuk memilih menu yang sederhana namun memiliki ciri khas. Selain itu, strategi promosi digital dinilai penting untuk menarik pelanggan baru di platform daring.

