Industri kuliner di Indonesia terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan rasa dan harga, tetapi juga mencari pilihan makanan yang praktis dengan tampilan serta pengalaman makan menyerupai restoran.
Salah satu menu yang dinilai mudah diterima berbagai kalangan adalah chicken steak. Berbahan dasar ayam, menu ini berkembang dalam beragam konsep usaha, mulai dari restoran hingga gerai makanan dengan harga lebih terjangkau.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan sektor penyediaan makanan dan minuman. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, sekaligus menjadi yang tertinggi dari sisi produksi pada periode itu.
Besarnya pasar juga tercermin dari jumlah pelaku usaha. Dalam publikasi Statistik Penyediaan Makanan Minuman 2024, BPS mencatat terdapat sekitar 5,28 juta usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia pada 2024.
Di tengah peluang yang besar, persaingan pun semakin ketat. Karena itu, inovasi menu menjadi salah satu strategi untuk menciptakan pembeda. Chicken steak, misalnya, dapat dikembangkan melalui variasi saus, pilihan makanan pendamping, hingga konsep penyajian yang memberi pengalaman berbeda. Pendekatan ini memungkinkan konsumen menikmati chicken steak bergaya restoran dengan harga yang lebih terjangkau.
Dalam dinamika tersebut, Mac And Steak memperkenalkan konsep perpaduan makaroni dan steak. Brand ini menawarkan menu yang menggabungkan steak dengan macaroni sebagai bagian dari pilihan hidangan, dengan tujuan menghadirkan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati menu bergaya restoran dalam format yang lebih praktis.
CEO Mac And Steak, Astari Cita Marini, menyatakan konsep tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan konsumen terhadap menu yang familiar, tetapi tetap memiliki karakter. “Kami ingin menghadirkan menu yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Perpaduan steak dan macaroni kami pilih karena keduanya sudah cukup familiar, tetapi ketika disajikan dalam satu konsep, memberikan pengalaman makan yang berbeda,” ujar Astari dalam keterangan tertulisnya.
Astari juga menekankan bahwa tantangan bisnis kuliner tidak berhenti pada penciptaan menu yang menarik. Menurutnya, kualitas dan konsistensi produk menjadi faktor penting ketika bisnis berkembang. “Bagi kami, yang paling penting bukan hanya membuat produk terlihat menarik, tetapi bagaimana konsumen mendapatkan rasa dan kualitas yang konsisten setiap kali datang,” katanya.
Selain pengembangan produk, Mac And Steak turut membuka peluang usaha melalui skema kemitraan untuk konsep makaroni dan steak. Model ini menyasar masyarakat yang ingin masuk ke bisnis kuliner dengan konsep usaha yang telah dikembangkan dan distandarisasi oleh brand.
Dengan jumlah usaha makanan dan minuman yang mencapai jutaan unit, persaingan di sektor kuliner diperkirakan tetap menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Di tengah kondisi tersebut, kemampuan membaca perubahan selera konsumen, menjaga kualitas, serta menghadirkan produk yang memiliki karakter dinilai semakin penting.