BERITA TERKINI
Cheesecake Oreo dalam Cup Dilihat Berpotensi Jadi Usaha Kuliner Skala Kecil

Cheesecake Oreo dalam Cup Dilihat Berpotensi Jadi Usaha Kuliner Skala Kecil

Dessert dalam gelas plastik bening dengan lapisan krim keju dan remah Oreo belakangan kerap muncul di media sosial. Tampilannya menarik, harganya cenderung terjangkau, dan penjualnya dapat ditemui dari lapak rumahan hingga toko daring. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah cheesecake Oreo sekadar tren, atau bisa menjadi pilihan usaha skala kecil yang layak?

Pertanyaan tersebut dianalisis melalui kajian kelayakan usaha skala kecil dalam konteks tugas mata kuliah Kewirausahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa produk cheesecake Oreo berpeluang menarik bagi pemula, termasuk mahasiswa, yang ingin memulai usaha tanpa modal besar.

Dalam kajian tersebut, sektor kuliner dinilai selalu memiliki pasar karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan yang terus berjalan. Perubahan perilaku konsumen juga menjadi faktor penting, terutama seiring berkembangnya media sosial dan layanan pesan antar. Konsumen, khususnya anak muda, cenderung mencari makanan penutup yang praktis, menarik secara visual, dan mudah dibagikan di media sosial.

Cheesecake Oreo dalam kemasan cup dinilai memenuhi karakteristik itu. Ukurannya pas untuk satu porsi, mudah dibawa, mudah disajikan, dan tampilannya berlapis sehingga fotogenik. Dari sisi rasa, perpaduan keju yang gurih dan lembut dengan biskuit Oreo yang manis dan renyah dianggap akrab bagi banyak konsumen.

Aspek lain yang disebut mendukung pemula adalah proses pembuatan tanpa dipanggang. Produk ini tidak memerlukan oven maupun mixer, dan dapat dibuat dengan peralatan dapur dasar seperti panci dan kompor.

Untuk pasar, cheesecake Oreo disebut berpotensi dibeli oleh pelajar, mahasiswa, pekerja muda, hingga keluarga yang menyukai dessert manis dengan harga terjangkau. Kelompok ini juga dinilai aktif di media sosial dan terbiasa memesan makanan secara daring, sehingga membuka peluang penjualan lewat lebih dari satu saluran.

Penjualan dapat dimulai dari pemesanan langsung di lingkungan terdekat, seperti teman dan area kampus, lalu diperluas melalui media sosial dan aplikasi pesan antar. Dalam kerangka bauran pemasaran yang dikenalkan Kotler dan Keller (2016), strategi dapat disusun melalui empat unsur: produk berupa cheesecake Oreo berlapis, penetapan harga yang menyesuaikan daya beli mahasiswa, pemilihan tempat penjualan baik langsung maupun daring, serta promosi melalui foto produk, paket hemat, dan testimoni pelanggan.

Pada tahap awal, foto produk yang rapi dan terang disebut sering menjadi alat promosi yang efektif. Penjual juga dapat memanfaatkan status media sosial, grup pertemanan, serta testimoni pembeli pertama untuk membangun kepercayaan. Selain itu, penggunaan label atau stiker sederhana pada cup dapat membantu pembeli mengenali produk sekaligus menjadi langkah awal membangun identitas merek apabila usaha berkembang.

Dari sisi produksi, bahan yang digunakan tergolong sederhana dan mudah dicari. Untuk satu kali produksi, bahan yang disebut dibutuhkan adalah satu bungkus Oreo 133 gram, keju oles 160 gram (umumnya digunakan sekitar setengahnya), susu cair full cream 500 mililiter, dua sachet susu kental manis, serta dua sendok makan tepung maizena yang dilarutkan dengan air.

Proses pembuatannya dimulai dengan memisahkan biskuit Oreo dari krim putihnya, lalu biskuit dihaluskan. Susu dipanaskan dengan api kecil, kemudian krim Oreo, keju oles, susu kental manis, dan larutan maizena dimasukkan bergantian sambil diaduk hingga adonan mengental. Adonan selanjutnya dituang ke dalam cup secara berlapis, diselingi taburan bubuk Oreo, lalu dihiasi Oreo utuh di bagian atas. Setelah didinginkan di kulkas, produk dinyatakan siap dijual.