JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia, Kopi Kenangan membagikan cerita singkat mengenai bisnis kopi yang telah berjalan selama dua tahun, sekaligus tips bagi peminum kopi pemula.
CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, menekankan pentingnya mengonsumsi kopi yang segar untuk mendapatkan rasa terbaik. Menurutnya, “fresh” berarti biji kopi digiling menjadi bubuk menggunakan grinder, lalu segera diseduh.
Edward menjelaskan, proses dari biji menjadi bubuk dan langsung masuk ke mesin espresso merupakan cara yang paling tepat untuk menghasilkan rasa kopi yang lebih enak dibandingkan kopi yang sudah datang dalam bentuk bubuk. Ia menilai kopi yang sudah berbentuk bubuk sejak awal cenderung tidak senikmat kopi yang digiling sesaat sebelum diseduh.
Selain tips penyeduhan, Edward juga memaparkan perjalanan biji kopi hingga menjadi minuman yang disajikan di gerai Kopi Kenangan. Perusahaan ini menggunakan kopi dari empat daerah, yakni Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Flores.
Menurut Edward, biji kopi diambil dari beberapa lokasi, antara lain Takengon (Aceh), Sidikalang (Sumatera Utara), Dampit (Jawa Timur), serta Flores. Jenis kopi yang dikumpulkan mencakup Arabika dan Robusta.
Biji kopi dari para petani lokal kemudian dikumpulkan di Medan untuk menjalani proses sangrai (roasting), karena buah kopi yang masih hijau perlu disangrai terlebih dahulu. Setelah melalui proses roasting, kopi dikumpulkan di Bogor dan selanjutnya dikirim ke gerai-gerai Kopi Kenangan.
Edward juga menyampaikan bahwa Kopi Kenangan menggunakan 100 persen produk lokal dan mengaku berupaya membantu kehidupan para petani. Ia mencontohkan petani gula aren yang dinilai terdampak langsung ketika perusahaan rutin membeli produk mereka. Ia menambahkan, dampak juga dirasakan petani kopi di sejumlah daerah, seiring maraknya perkembangan coffee shop yang disebut turut memberi kontribusi bagi kehidupan mereka.

