Suasana aula Rusun Rorotan, Jakarta Utara, dipenuhi aktivitas warga. Sejumlah ibu menyiapkan bahan makanan untuk lomba memasak menu bergizi, sementara kelompok ibu hamil mengikuti penyuluhan gizi dan mencatat penjelasan narasumber. Di ruangan lain, anak-anak PAUD dan TK mewarnai gambar. Rangkaian kegiatan ini menggambarkan upaya pencegahan stunting yang dimulai dari keluarga, kebiasaan hidup sehat, dan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.
Komitmen tersebut diwujudkan PTTEP Indonesia bersama Dompet Dhuafa melalui program peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Gerai Sehat Rorotan (GSR). Mengusung tema “A Great Generation Without Stunting, Yes We Can”, kegiatan diselenggarakan sepanjang tahun, mencakup edukasi kesehatan anak, penyuluhan gizi bagi ibu hamil, hingga puncak perayaan yang melibatkan masyarakat Rusun Rorotan pada Rabu (22/7/2026).
Ahli gizi Melliana Eka, S.Tr.Gz., yang menjadi narasumber dalam sejumlah sesi edukasi, menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum anak lahir. Ia menyampaikan bahwa kondisi kesehatan dan status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan berpengaruh pada kualitas tumbuh kembang anak. Menurutnya, masih ada ibu hamil yang mengandalkan sumber karbohidrat sebagai menu utama, sehingga kebutuhan protein, vitamin, dan mineral belum terpenuhi secara seimbang.
Karena itu, edukasi gizi seimbang dinilai penting agar ibu memahami pemenuhan nutrisi selama kehamilan sebagai investasi untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Salah satu peserta, Aulia Safitri (26), ibu hamil dengan usia kandungan 32 minggu, mengikuti kelas edukasi nutrisi dan senam hamil di Aula Gerai Sehat Rorotan. Ia menyebut kegiatan tersebut membantunya mempersiapkan diri menjadi ibu. “Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan. Semoga ilmu ini bisa membantu menjaga kesehatan saya dan bayi hingga proses persalinan nanti berjalan lancar,” ujarnya.
Selain materi nutrisi, peserta juga mengikuti senam hamil dan pilates yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran, memperbaiki postur tubuh, mengurangi keluhan selama kehamilan, serta mempersiapkan kondisi fisik menjelang persalinan. Melihat antusiasme warga, PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa mengumumkan kelas senam ibu hamil akan menjadi program rutin di Gerai Sehat Rorotan dan dapat diikuti gratis oleh ibu hamil yang terdaftar sebagai anggota GSR.
Upaya pencegahan stunting juga menyasar anak usia dini. Beberapa bulan sebelum puncak peringatan HUT, tim Gerai Sehat Rorotan mendatangi TK Amira Mumtaz, PAUD Bougenville, dan RA Miftakhul Khoir untuk mengajak lebih dari 210 anak belajar hidup sehat dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak diperkenalkan pada cara mencuci tangan yang benar, pentingnya sanitasi, konsumsi makanan bergizi, serta pemantauan tumbuh kembang. Guru dan orang tua turut memperoleh edukasi pencegahan stunting sejak dini.
Manajer Gerai Sehat Rorotan, Munjidah, menegaskan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui pola hidup bersih dan sehat, asupan nutrisi yang baik, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Kami berharap kesadaran orang tua, guru, dan masyarakat semakin meningkat agar tercipta generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Kepala Sekolah TK Amira Mumtaz, Gian Ginanjar, menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, kesehatan dan kecukupan gizi merupakan modal utama anak untuk belajar dan tumbuh optimal.
Puncak peringatan HUT ke-11 Gerai Sehat Rorotan turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, PTTEP Indonesia, Dompet Dhuafa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga masyarakat. Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., menilai kolaborasi lintas sektor seperti di Rorotan dapat menjadi model pengembangan program di berbagai daerah. Ia menekankan penguatan pangan lokal, peningkatan akses terhadap pangan bergizi, dan edukasi masyarakat sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus percepatan penurunan stunting.
General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam, menyatakan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan merupakan investasi bagi masa depan. Melalui kolaborasi dengan Dompet Dhuafa, PTTEP Indonesia ingin memastikan masyarakat tidak hanya memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan dalam keseharian.
Warga Rusun Rorotan, Nurul Hidayah (36), yang mengikuti kegiatan puncak, mengaku memperoleh pemahaman baru. “Saya jadi lebih paham tentang stunting dan belajar membuat menu makanan sehat yang disukai anak-anak. Semoga ilmu yang saya dapat bisa diterapkan di rumah agar anak saya memperoleh gizi yang seimbang,” ujarnya.
Hingga kini, Gerai Sehat Rorotan menyediakan layanan pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, serta pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif. Rangkaian program tersebut menegaskan bahwa upaya membangun generasi bebas stunting memerlukan langkah konsisten, mulai dari edukasi gizi bagi ibu, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak, hingga pemantauan pertumbuhan secara rutin.