Terong pipit—yang juga dikenal sebagai takokak, rimbang, atau mini-eggplant—kerap hadir dalam berbagai hidangan di Indonesia, terutama sebagai lalapan. Meski sering disajikan dengan cara yang mirip, terong pipit berbeda dengan leunca karena berasal dari tanaman yang tidak sama. Leunca lebih banyak dibudidayakan, sementara terong pipit kerap dianggap sebagai tanaman liar.
Di balik popularitasnya, rasa pahit terong pipit menjadi alasan sebagian orang enggan mengonsumsinya, terutama saat dimakan mentah. Padahal, sayuran ini disebut kaya serat, antosianin, dan berbagai vitamin yang dikaitkan dengan manfaat seperti membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan pencernaan, serta mendukung program penurunan berat badan. Informasi dari situs hebgarden.co.za juga menyebutkan terong pipit bermanfaat dalam membantu mengatasi batuk dan flu.
Rasa pahit pada terong pipit disebut berkaitan dengan kandungan antosianin, pigmen alami yang memberi warna pada sejumlah buah dan sayuran. Dalam publikasi yang dimuat di academic.oup.com, antosianin pada terong pipit dinyatakan berkontribusi terhadap rasa pahit yang cukup kuat, meski tanaman ini memiliki sejumlah manfaat.
Untuk mengurangi rasa pahit tersebut, seorang warganet bernama Aulia membagikan trik sederhana melalui unggahan di YouTube. Metode yang disarankan adalah merendam terong pipit dalam air panas yang dicampur garam.
Langkahnya dimulai dengan memisahkan terong pipit dari tangkainya agar lebih mudah dibersihkan. Setelah itu, terong pipit dicuci di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran, lalu ditiriskan.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan air panas secukupnya, kemudian menuangkannya ke dalam mangkuk berisi terong pipit. Perendaman ini ditujukan untuk membantu melarutkan senyawa yang memunculkan rasa pahit. Dalam tips tersebut, garam ditambahkan untuk membantu efek perendaman.
Dengan cara ini, terong pipit diharapkan menjadi lebih nyaman dikonsumsi tanpa mengubah kebiasaan penyajian yang umum, terutama sebagai lalapan.

