BERITA TERKINI
Cara Lebih Sehat Mengelola Rasa Bersalah Saat Kembali Bekerja Setelah Menjadi Ibu

Cara Lebih Sehat Mengelola Rasa Bersalah Saat Kembali Bekerja Setelah Menjadi Ibu

Kembali bekerja setelah menjadi ibu kerap membawa perubahan besar dalam keseharian. Waktu yang sebelumnya lebih banyak dihabiskan bersama anak kini harus terbagi dengan tanggung jawab pekerjaan, sehingga proses penyesuaian menjadi tantangan tersendiri.

Perubahan ini tidak hanya menyangkut pembagian waktu, tetapi juga peran ganda yang harus dijalankan. Di satu sisi, ibu diharapkan tetap hadir dalam kehidupan anak. Di sisi lain, tanggung jawab profesional tetap menuntut perhatian dan tidak bisa diabaikan. Kondisi tersebut sering memunculkan konflik batin yang tidak selalu terlihat dari luar.

Dalam banyak kasus, rasa bersalah muncul karena adanya ekspektasi tinggi terhadap peran sebagai ibu. Keinginan untuk selalu hadir dan memberikan yang terbaik dapat membuat ibu merasa kurang ketika tidak mampu memenuhi standar tersebut setiap saat.

Rasa bersalah pada ibu bekerja juga kerap dipengaruhi tekanan internal. Tekanan ini dapat membuat ibu menilai diri sendiri secara berlebihan, terutama terkait pengasuhan dan keterlibatan emosional dengan anak.

Selain itu, perubahan durasi kebersamaan dengan anak dapat memengaruhi cara ibu memandang perannya. Keterbatasan waktu sering diartikan sebagai menurunnya kualitas pengasuhan, meskipun hal tersebut tidak selalu terjadi dalam kenyataan.