BERITA TERKINI
Cafe Brasserie Expo 2026 Usung Ekosistem Terintegrasi untuk Perkuat Industri F&B

Cafe Brasserie Expo 2026 Usung Ekosistem Terintegrasi untuk Perkuat Industri F&B

Industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 7% hingga 8% pada 2026. Proyeksi tersebut mendorong pelaku usaha untuk menyiapkan strategi ekspansi yang lebih tepat di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan bisnis, akses langsung ke pembeli berkualitas serta mitra distribusi strategis dinilai menjadi kebutuhan utama. Pendekatan ekosistem yang terintegrasi juga dipandang dapat mempercepat koneksi bisnis, terutama dengan para pengambil keputusan, melalui wadah profesional yang mempertemukan berbagai pihak dalam satu tempat.

Project Manager CBE, Luhur Tri Atmojo, menyebut Cafe Brasserie Expo 2026 hadir sebagai platform bisnis dan kolaborasi strategis. “Café Brasserie Expo 2026 hadir sebagai platform bisnis dan kolaborasi strategis, yang mempertemukan brand dengan buyer, distributor, serta mitra industri,” kata Luhur dalam siaran pers, Selasa (10/2/2026).

Pameran ini mengusung konsep Taste Circle yang merepresentasikan siklus kolaborasi 360 derajat, dengan menghubungkan seluruh rantai nilai dari penyedia bahan baku hingga ritel. Ekosistem tersebut dirancang untuk memfasilitasi pertemuan antara pemilik merek dan pengelola hotel, restoran, dan kafe (Horeca).

Integrasi lintas sektor itu disebut membuka peluang bagi peserta pameran untuk menjangkau jaringan investor dan distributor yang lebih luas. Fokus sinergi diarahkan pada pembentukan kemitraan nyata yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor kuliner secara berkelanjutan.

Sejumlah program strategis, termasuk B2B Matchmaking, disiapkan untuk mendorong terwujudnya kerja sama komersial selama pameran berlangsung. Pertemuan yang dikurasi juga ditujukan membantu pelaku usaha menemukan solusi teknologi serta inovasi produk terbaru guna mendukung ekspansi.

Kehadiran merek dari industri kopi, cokelat, hingga perangkat pendukungnya dinilai mencerminkan kepercayaan pasar terhadap platform kolaborasi semacam ini. Pelaku industri disebut semakin menekankan kualitas interaksi bisnis, dibandingkan sekadar pameran produk tanpa target audiens yang jelas.

Selain itu, pemanfaatan data pasar yang akurat dan jaringan distribusi yang kuat dipandang dapat memudahkan merek lokal memperluas penetrasi ke pasar regional. Inovasi berkelanjutan dalam pelayanan dan aspek keberlanjutan juga disebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang ingin memperkuat posisinya di pasar nasional.

Pameran ini turut menjadi ajang bagi pengambil keputusan untuk mengeksplorasi tren teknologi pangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dukungan dari berbagai asosiasi profesi disebut berperan menjaga standar kualitas dan profesionalisme dalam setiap interaksi bisnis yang terjalin.

Secara keseluruhan, pembangunan ekosistem dari hulu ke hilir diposisikan sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan industri F&B Indonesia. Transformasi tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya pelaku usaha baru yang kompetitif serta memiliki daya saing lebih kuat di tingkat internasional.