BERITA TERKINI
Bupati Situbondo Kenalkan Kuliner Nase’ Sodu kepada Mahasiswa Jepang dan AS di Festival Asembagus

Bupati Situbondo Kenalkan Kuliner Nase’ Sodu kepada Mahasiswa Jepang dan AS di Festival Asembagus

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak sejumlah mahasiswa asal Jepang dan Amerika Serikat menikmati kuliner khas Asembagus, Nase’ Sodu, dalam rangkaian Festival Nase’ Sodu di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini disebut sebagai upaya memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Situbondo kepada mahasiswa mancanegara.

Dalam acara tersebut, para mahasiswa tidak hanya diajak mencicipi Nase’ Sodu, tetapi juga naik ke panggung untuk memperkenalkan diri di hadapan ribuan warga Asembagus. Mereka memperkenalkan diri menggunakan bahasa Madura dengan panduan langsung dari Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio.

Mas Rio menyampaikan, kuliner tradisional merupakan bagian penting dari identitas daerah yang perlu terus dikenalkan, termasuk kepada masyarakat internasional. Menurutnya, kunjungan mahasiswa Jepang dan Amerika Serikat menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi Situbondo dari sisi budaya dan kuliner.

“Mereka juga kita beri kesempatan untuk mengenalkan diri kepada masyarakat Asembagus agar lebih dekat dan mengenal cerita, tradisi, dan keberagaman kuliner yang berkembang di tengah masyarakat Situbondo,” kata Mas Rio.

Ia berharap pengalaman para mahasiswa selama berada di Situbondo dapat menjadi kenangan positif. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan turut mempererat hubungan antardaerah dan antarnegara, sekaligus membantu mengenalkan potensi budaya serta kuliner Situbondo ke tingkat internasional.

Sementara itu, Camat Asembagus Faishol Afandi mengatakan Festival Nase’ Sodu berlangsung selama dua hari dan merupakan agenda rutin tahunan yang melibatkan pemerintah desa serta masyarakat di wilayah Kecamatan Asembagus. Menurutnya, kegiatan ini digelar setiap 17 Agustus.

Faishol menjelaskan, Nase’ Sodu memiliki cita rasa sederhana namun menggugah selera dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi yang dipadukan dengan lauk serta pelengkap khas. “Cita rasa yang kuat serta penggunaan bahan-bahan yang mudah ditemukan membuat makanan ini dekat dengan kehidupan masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nase’ Sodu tidak hanya menjadi pilihan kuliner masyarakat Asembagus, tetapi juga warisan budaya yang perlu dilestarikan dari generasi ke generasi. Faishol menilai pengenalan kuliner lokal kepada mahasiswa Jepang dan Amerika Serikat berpotensi menambah daya tarik kuliner khas Asembagus, sekaligus menjadi langkah agar makanan tradisional tetap eksis di tengah berkembangnya kuliner modern.

Faishol juga menyebut festival tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya karena menghadirkan mahasiswa dari Jepang dan Amerika Serikat. Ia mengatakan hari pertama festival dibuka oleh Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, sedangkan pada hari kedua Mas Rio mengajak para mahasiswa mancanegara untuk menyaksikan langsung festival tersebut.