Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menekankan pentingnya investasi pada gizi dan kesehatan otak sebagai langkah mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia. Ia juga mengajak kolaborasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan kesehatan anak, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Dalam upaya tersebut, BPOM menilai perhatian perlu diberikan pada inovasi pangan serta riset yang berkualitas. Menurut Taruna, langkah ini penting untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.
Taruna menyebut kesehatan anak sebagai investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. “Kesehatan anak adalah fondasi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat diperlukan agar tujuan peningkatan gizi dan kesehatan anak dapat dicapai. Dengan sinergi yang kuat, inovasi dalam penyediaan pangan bergizi dinilai lebih memungkinkan untuk diwujudkan.
BPOM, kata Taruna, berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berfokus pada peningkatan gizi anak. Melalui riset dan pengembangan, diharapkan dapat dihasilkan produk pangan yang memenuhi standar kesehatan.
Taruna berharap inisiatif tersebut dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di Asia Tenggara. “Kita harus bergerak bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif,” tegasnya.