BERITA TERKINI
BGN Tekankan Literasi Gizi sebagai Kunci Program Makan Bergizi Gratis

BGN Tekankan Literasi Gizi sebagai Kunci Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya literasi gizi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini disebut tidak sekadar membagikan makanan, melainkan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini untuk mendukung terbentuknya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, MBG harus dipahami sebagai upaya pemenuhan gizi yang cukup bagi kelompok sasaran, termasuk anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Menurutnya, kecukupan gizi berperan penting bagi tumbuh kembang, bukan hanya untuk menghilangkan rasa lapar.

“MBG ini bukan sekadar memberikan makan, melainkan memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi, gizi ini penting, tidak hanya sekedar kenyang,” kata Sudaryono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Sudaryono menekankan bahwa makanan yang diberikan kepada peserta didik harus dipandang sebagai asupan kaya nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Ia juga menggarisbawahi bahwa konsep “bergizi” tidak identik dengan porsi besar atau sekadar makanan yang mengenyangkan.

“Tidak hanya sekadar kenyang. Makan bergizi itu bukan hanya makan banyak, bukan makan kenyang gratis, bukan makan banyak gratis, bukan makan enak gratis, tetapi makan bergizi gratis,” ujarnya.

Atas dasar itu, edukasi gizi dinilai menjadi bagian krusial dalam pelaksanaan MBG. Peserta didik perlu dibekali pemahaman mengenai unsur gizi seimbang—seperti protein, serat, vitamin, mineral, hingga karbohidrat—beserta fungsinya bagi tubuh.

Dalam proses edukasi tersebut, tenaga pengajar disebut memegang peran strategis untuk mentransfer pengetahuan gizi kepada siswa, yang diharapkan dapat diteruskan hingga ke lingkungan rumah.

“Penting untuk anak yang kita didik, agar dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya untuk memengaruhi lingkungannya, khususnya lingkungan keluarga di mana ia tinggal bersama orang tua,” kata Sudaryono.

Sementara itu, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto menyatakan keberhasilan MBG juga menuntut keterlibatan serta pemahaman yang menyeluruh terkait pola hidup bersih dan sehat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan bergizi.

“Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga ditentukan oleh tersedianya dan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tentu kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan,” ujar Mariman.