BERITA TERKINI
BGN Siapkan Portal Transparansi MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu hingga Lokasi Dapur

BGN Siapkan Portal Transparansi MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu hingga Lokasi Dapur

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan portal khusus yang memungkinkan orang tua memantau secara langsung menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak di sekolah. Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat melihat menu harian, foto makanan, kandungan gizi, hingga lokasi dapur yang memasak makanan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan portal itu ditargetkan meluncur dalam satu hingga dua pekan ke depan. Ia menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi penyelenggaraan program MBG, terutama bagi pihak yang paling berkepentingan, yakni sekolah dan orang tua.

Menurut Sudaryono, portal tersebut akan memuat informasi menu yang diterima siswa dari hari ke hari, termasuk dokumentasi foto dan kandungan gizinya. Selain itu, portal juga akan menampilkan informasi mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang memasak makanan, berikut alamat serta identitas kepala SPPG.

Sudaryono menyampaikan keterbukaan informasi ini diharapkan dapat mencegah munculnya informasi keliru terkait pelaksanaan MBG di media sosial. Dengan akses informasi yang lebih jelas, ia menilai publik dapat memperoleh gambaran yang sama mengenai layanan makanan yang diterima siswa.

Di sisi lain, BGN juga memperkuat pengawasan operasional dapur MBG melalui sistem digital. Sudaryono menilai kualitas layanan sangat bergantung pada kepala SPPG atau kepala dapur yang bertugas memastikan kualitas bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Ia menjelaskan BGN membangun sistem teknologi informasi untuk memantau tahapan penyelenggaraan MBG secara menyeluruh, mulai dari pengolahan bahan baku, proses memasak, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa. Pemantauan itu juga mencakup pengemasan, waktu pengantaran, hingga proses pengembalian wadah makanan ke dapur dan pencuciannya, serta pembelanjaan bahan baku.

Sudaryono menambahkan, saat ini sistem digital tersebut telah memiliki tujuh modul yang mencakup proses penyelenggaraan MBG, termasuk data penerima manfaat.