Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya menjaga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap transparan, akuntabel, dan bebas dari penyelewengan anggaran. Ia menyatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga harus dijalankan dengan tata kelola yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @sudaru_sudaryono pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut telah menyiapkan empat langkah pengawasan tata kelola dan pelaksanaan MBG agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
Langkah pertama adalah menghadirkan Portal Transparansi Orang Tua. Melalui portal ini, orang tua disebut dapat memantau menu harian, kandungan gizi, hingga foto makanan yang diterima anak secara real-time.
Langkah kedua, BGN menerapkan sistem pengawasan dapur berbasis digital. Sistem ini dirancang untuk memantau proses sejak bahan baku diterima hingga makanan didistribusikan ke sekolah.
Langkah ketiga, BGN menghentikan praktik pertemuan informal dalam penanganan aduan. Seluruh komunikasi dan pengaduan diarahkan melalui Pusat Pelayanan Terpadu agar penanganan lebih terdokumentasi dan transparan. “Stop Pertemuan Diam-diam. Semua komunikasi dan pengaduan diarahkan resmi lewat Pusat Pelayanan Terpadu,” tulis Sudaryono.
Langkah keempat terkait penegakan aturan, yakni pemberian sanksi tegas terhadap setiap bentuk penyimpangan anggaran. Sudaryono menyatakan tidak ada toleransi bagi pihak yang terbukti melanggar, termasuk kemungkinan pemberhentian tidak hormat. Ia juga menyebut dapur MBG yang bermasalah akan disuspensi, sementara oknum yang terlibat akan dicopot dari jabatannya.