BERITA TERKINI
Bertahan Enam Tahun, Pedagang Martabak Zainalabidin Padukan Gerobak Jalanan dan Penjualan Digital

Bertahan Enam Tahun, Pedagang Martabak Zainalabidin Padukan Gerobak Jalanan dan Penjualan Digital

Malam hari menjadi waktu tersibuk bagi Zainalabidin. Di bawah lampu yang menerangi gerobaknya di pinggir jalan, ia menyiapkan pesanan pelanggan satu per satu dengan telaten. Dari adonan yang diracik hingga martabak manis dan martabak telur disajikan hangat, aktivitas itu menjadi pemandangan yang akrab bagi warga yang mencari jajanan malam.

Usaha kuliner skala mikro yang dijalankan Zainalabidin tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia telah menjalankan usaha martabak ini sekitar enam tahun. Perjalanan sebagai pedagang kaki lima ia mulai dari nol, dengan berbagai tantangan untuk bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang kian ketat.

Menurutnya, menjaga konsistensi rasa dan kualitas pelayanan menjadi kunci agar pelanggan tetap kembali. Ketekunan itu membuat martabak racikannya bertahan dan dikenal sebagai salah satu pilihan jajanan malam bagi warga.

Di sisi lain, Zainalabidin juga berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Selain melayani pembeli yang datang langsung ke gerobak, ia mulai memanfaatkan media sosial dan layanan pesan antar online. Langkah ini menjadi cara untuk memperluas jangkauan pembeli tanpa meninggalkan karakter usahanya sebagai pedagang jalanan.

Kisah Zainalabidin menggambarkan peran pelaku usaha kecil dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Dengan modal sederhana dan kerja yang konsisten, usaha seperti ini ikut mendorong perputaran ekonomi warga, sekaligus berpotensi memunculkan peluang usaha di sekitarnya. Bagi Zainalabidin, martabak yang ia jual bukan hanya penganan malam, melainkan wujud kerja keras dan harapan yang terus dijaga.