Dampak dicabutnya izin operasional tambang emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources kian dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Lesunya aktivitas tambang disebut ikut menekan perputaran ekonomi di sektor-sektor yang selama ini bergantung pada keberadaan pekerja tambang.
Salah satu usaha yang terdampak adalah Trikora Cafe & Resto. Manajer Trikora Cafe & Resto, Zers (31), mengatakan sejak mulai beroperasi pada Juli 2025, mayoritas pelanggan tempatnya berasal dari karyawan tambang dan mitra kontraktor. Ia memperkirakan sekitar 70 persen pelanggan berasal dari lingkungan tambang. Menurutnya, sebelumnya jam makan sore, terutama setelah pukul 16.30, menjadi waktu yang biasanya ramai karena banyak pekerja datang atau melakukan reservasi.
Namun, situasi berubah sejak operasional tambang berhenti. Dalam dua bulan terakhir, jumlah pengunjung disebut merosot tajam. Jika sebelumnya kafe bisa melayani sekitar tujuh meja dalam satu waktu, kini hanya tersisa satu hingga dua meja. Zers menyebut penurunan mulai terasa pada bulan lalu sekitar 30 persen, dan memburuk pada bulan ini. Ia juga membandingkan omzet sepuluh hari pertama bulan lalu dengan sepuluh hari pada bulan ini yang disebut turun hingga 50 persen.
Penurunan aktivitas itu tidak hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap kelangsungan tenaga kerja di kafe tersebut. Zers mengatakan Trikora Cafe & Resto mempekerjakan belasan karyawan, dan kondisi yang terus menurun membuat pihaknya kesulitan mempertahankan operasional.
Menurut Zers, tambang Martabe selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kawasan. Ia menyebut perputaran uang dari aktivitas tambang ikut menghidupkan sektor kuliner, transportasi, kontrakan, hingga UMKM. Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan di Batangtoru, tetapi juga hingga wilayah sekitar seperti Padangsidimpuan dan Sibolga.
Zers memperkirakan kondisi bisa semakin memburuk pada bulan depan apabila tidak ada solusi, seiring menurunnya daya beli masyarakat setelah berhentinya aktivitas tambang. Ia menilai gejala penurunan keuangan masyarakat mulai terasa, yang dikhawatirkan akan membuat suasana usaha semakin sepi.
Lesunya Trikora Cafe & Resto menjadi salah satu gambaran dampak ekonomi yang dirasakan di Tapsel dan sekitarnya, ketika aktivitas industri tambang berhenti dan efeknya merembet ke usaha-usaha yang bergantung pada perputaran ekonomi lokal.

