Berawal dari modal sekitar Rp300 ribu, Salbia HN Mahu, S.E., merintis usaha lontar yang kini ia jalankan dengan merek Shall Lontar. Usaha ini bermula di Jayapura pada 2020, ketika Salbia lebih banyak beraktivitas di rumah dan mencoba membuat lontar untuk dijual di depan rumahnya.
Produksi perdana Salbia sebanyak empat piring lontar. Hasilnya di luar dugaan, seluruh lontar yang dibuat habis terjual. Melihat respons konsumen yang positif, ia meningkatkan jumlah produksi menjadi enam piring pada hari berikutnya dan kembali mendapatkan sambutan baik.
Selama kurang lebih empat tahun berjualan di Jayapura, Salbia terus mengembangkan usahanya. Setelah kembali ke Fakfak, ia melanjutkan usaha tersebut. Dalam prosesnya, ia sempat menghadapi tantangan penjualan, termasuk saat mencoba berjualan di pasar. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti.
“Yang memotivasi saya itu mama. Mama bilang, laku atau tidak, harus tetap jualan,” kata Salbia.
Untuk mempertahankan usahanya, Salbia menaruh perhatian pada kualitas produk. Salah satu hal yang ia jaga dalam proses pembuatan adalah pengaturan api saat memanggang lontar. Selain itu, ia berupaya memenuhi permintaan pelanggan dengan menyediakan beberapa pilihan rasa dan topping.
Shall Lontar menawarkan varian original, cokelat, pandan, serta pilihan campuran. Pelanggan juga dapat menambahkan topping seperti keju atau cokelat. Varian original disebut menjadi salah satu yang paling diminati dengan harga sekitar Rp100 ribu, sedangkan lontar dengan tambahan topping sekitar Rp105 ribu.
Dalam perjalanan usahanya, Salbia juga menghadapi situasi yang tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami pesanan yang dibatalkan konsumen setelah lontar selesai dibuat. Namun, ia memilih mengambil sisi positif dari pengalaman tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari proses membangun usaha.
Ke depan, Salbia berharap Shall Lontar dapat berkembang hingga memiliki tempat usaha sendiri. Ia juga mendorong calon pelaku UMKM untuk berani memulai.
“Jangan ragu, maju saja dulu. Coba dulu, jangan takut gagal, apalagi rezeki sudah diatur,” pesannya.