Berawal dari upaya memenuhi konsumsi keluarga selama masa pandemi Covid-19, Helen Santos kini menekuni bisnis kuliner sehat yang bertahan sejak dirintis pada 2020. Usaha tersebut bermula dari kegiatan memasak di rumah, ketika aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan dari rumah.
Helen menuturkan, ide berjualan muncul setelah makanan sehat yang ia buat mendapat tanggapan positif dari anggota keluarga. Respons itu menjadi dorongan baginya untuk menjalankan usaha secara lebih serius.
“Awalnya hanya coba-coba di rumah untuk keluarga karena waktu itu Covid, semua harus di rumah saja. Setelah keluarga kasih tanggapan positif, akhirnya muncul ide untuk jualan,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Pada tahap awal, Helen menjalankan penjualan dengan sistem cash on delivery (COD) dan mengantarkan pesanan langsung kepada pelanggan. Ia menyebut seluruh proses dilakukan dari rumah dengan peralatan sederhana sebelum usahanya berkembang.
Menurut Helen, kunci keberlangsungan usahanya adalah menjaga kualitas produk, termasuk menggunakan bahan-bahan premium. “Saya sangat jaga kualitas, bahan-bahan yang dipakai juga premium,” katanya.
Ia juga melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat turut mendorong permintaan. Dalam menentukan harga, Helen menyesuaikan dengan kualitas bahan dan kebutuhan pelanggan. Untuk jenis buah tertentu, ia mengaku kerap menyesuaikan dengan keinginan konsumen.
Helen menawarkan produk dengan harga mulai Rp10.000. Ia menilai kisaran harga tersebut dapat menjangkau pelajar, pekerja kantoran, maupun masyarakat umum.
Meski demikian, ia mengakui ada tantangan dalam menjalankan usaha, salah satunya pelanggan yang membatalkan pesanan setelah sempat menyatakan minat. “Kadang sudah posting, mereka order, tapi akhirnya diskip. Itu beberapa kali terjadi,” ujarnya.
Ke depan, Helen berharap dapat mengembangkan usaha dengan membuka toko sendiri serta menjalin kerja sama dengan kafe-kafe lokal di Atambua agar jangkauan pasarnya semakin luas.

