Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga melalui Divisi Pengabdian Masyarakat (Pengmas) menggelar kegiatan sosial Bara Asa 2026 di SLB Aditama Surabaya, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini mengajak peserta belajar tentang gizi seimbang dan kebiasaan mencuci tangan melalui rangkaian edukasi dan praktik.
Sesi pertama diisi edukasi mengenai gizi seimbang. Materi disampaikan oleh pembawa acara dengan cara sederhana dan interaktif agar peserta lebih mudah memahami jenis makanan yang dibutuhkan tubuh. Setelah penjelasan, peserta diajak mengelompokkan gambar makanan ke dalam piring sehat bersekat sesuai kategori karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Aktivitas ini memberi kesempatan peserta untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga mencoba mengenali dan mengelompokkan makanan secara langsung.
Berikutnya, peserta mendapatkan edukasi tentang pentingnya mencuci tangan dan waktu-waktu kapan kebiasaan tersebut perlu dilakukan. Setelah itu, peserta mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan sesuai arahan yang telah dijelaskan. Praktik ini menjadi bagian dari upaya membiasakan perilaku hidup bersih dalam kegiatan sehari-hari.
Selain edukasi, Bara Asa 2026 juga diisi dengan makan sehat bersama. Peserta membawa bekal masing-masing yang kemudian ditata di piring sehat bersekat. Melalui kegiatan ini, peserta kembali dikenalkan pada susunan makanan yang lebih beragam sambil menikmati makan bersama dalam suasana yang lebih santai. Interaksi antara panitia dan peserta berlangsung sepanjang kegiatan.
Bagi mahasiswa yang terlibat sebagai panitia, kegiatan ini menjadi pengalaman tersendiri dalam menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih sederhana, sabar, dan mudah dipahami. Mereka juga belajar bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas melalui aktivitas yang melibatkan peserta secara langsung, tidak hanya melalui penyampaian materi.
Melalui Bara Asa 2026, edukasi tentang gizi seimbang dan kebiasaan mencuci tangan diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta dalam kehidupan sehari-hari. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk berkontribusi kepada masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan kesehatan yang telah dipelajari.