BERITA TERKINI
BBK 7 UNAIR Sosialisasikan Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting di Desa Kalitengah

BBK 7 UNAIR Sosialisasikan Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting di Desa Kalitengah

Masalah stunting masih menjadi tantangan kesehatan nasional, termasuk di wilayah pedesaan. Untuk mendukung upaya pencegahan, kelompok BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar sosialisasi gizi seimbang yang menyasar ibu-ibu peserta posyandu di Desa Kalitengah. Kegiatan ini disebut mendukung SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-Being) karena bertujuan mencegah stunting serta menjaga kesehatan keluarga.

Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan posyandu di empat dusun di Desa Kalitengah. Rangkaian posyandu dijadwalkan tiga kali di masing-masing dusun. Pelaksanaan pertama berlangsung di Dusun Jegrek pada 14 Januari 2026 dan diikuti peserta dari Dusun Jegrek serta Dusun Kalitengah. Posyandu kedua digelar di Dusun Gebangan pada 15 Januari 2026, sedangkan posyandu terakhir berlangsung di Dusun Bulu Plapak pada 19 Januari 2026.

Jumlah peserta yang hadir bervariasi di setiap lokasi. Di Dusun Jegrek, kegiatan diikuti 45 warga. Di Dusun Gebangan tercatat 12 warga hadir, sementara di Dusun Bulu Plapak diikuti 24 warga. Seluruh rangkaian posyandu dipimpin oleh Bidan Tatik yang bertugas di Desa Kalitengah.

Dalam sosialisasi, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya gizi seimbang dalam konsumsi sehari-hari serta memberikan contoh menu yang dapat diterapkan di rumah. Contoh menu yang diperagakan antara lain nasi kepal berisi sayur bayam, yang ditujukan agar anak dapat mengonsumsi sayur bersamaan dengan karbohidrat. Menu lainnya berupa sandwich sehat dengan tambahan sayur seperti tomat dan selada, serta protein dari telur.

Contoh menu disesuaikan dengan bahan-bahan yang biasa tersedia di Desa Kalitengah, dengan pertimbangan kualitas dan kemudahan akses. Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur, termasuk cara mengupayakan agar anak-anak lebih menyukai sayuran.

Selama kegiatan berlangsung, para ibu yang hadir disebut merespons positif dan aktif mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa pemapar materi. Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan layanan posyandu.