Makassar—Alliance Française Makassar bersama mitra Prancis dan Indonesia menggelar Rendez-Vous Rasa 2026 – France Indonesia Gastronomy di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengangkat kekayaan kuliner daerah.
Dalam ruang kolaborasi budaya bertema gastronomi tersebut, barongko—kudapan tradisional Bugis-Makassar berbahan dasar pisang—muncul sebagai salah satu kuliner yang menyita perhatian.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengatakan barongko memiliki peluang untuk dikembangkan tanpa menghilangkan identitas kuliner lokal. Ia berharap kegiatan ini dapat memunculkan ide dan gagasan baru, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun cara penyajian, sehingga lebih praktis dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Menurut Aliyah, pertemuan antara tradisi gastronomi Makassar dan Prancis dapat menjadi momentum untuk melahirkan inovasi kuliner. Ia juga menyoroti potensi barongko agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan.
Aliyah mendorong keterlibatan para chef serta alumni sekolah kuliner internasional yang berada di Makassar untuk membangun jejaring dan menghasilkan kreasi baru. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi pintu masuk memperkenalkan kuliner khas Makassar dalam perspektif gastronomi global.
“Kita punya banyak alumni sekolah kuliner internasional di Makassar. Mereka bisa dikumpulkan dan diajak berdiskusi untuk melahirkan ide dan kreativitas baru, sehingga tercipta kuliner hasil kolaborasi Makassar dan Prancis,” kata Aliyah.
Bagi Pemerintah Kota Makassar, pengembangan gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan peluang promosi daerah. Melalui momentum Rendez-Vous Rasa 2026, Aliyah berharap kuliner khas Makassar seperti barongko dapat terus dikembangkan dengan tetap mempertahankan karakter tradisionalnya, sekaligus memiliki daya tarik dan nilai ekonomi yang semakin luas.
Dalam kegiatan tersebut, kolaborasi gastronomi menghadirkan Chef Stéphane Carrade, chef peraih dua bintang Michelin, Chef Eko Hadiwijaya, alumnus Le Cordon Bleu Paris, serta Chef Natalia Tanyadji, pemilik Mama Toko Kue. Aliyah berharap kolaborasi ini berdampak lebih luas bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelaku usaha kuliner di Kota Makassar.