BERITA TERKINI
Barista Ungkap Kunci Membuat Espresso yang Seimbang: Mesin, Kalibrasi, hingga Kontrol Ekstraksi

Barista Ungkap Kunci Membuat Espresso yang Seimbang: Mesin, Kalibrasi, hingga Kontrol Ekstraksi

Membuat espresso yang bagus tidak hanya bergantung pada biji kopi, tetapi juga pada kualitas mesin dan keterampilan barista. Espresso kerap disebut sebagai “nyawa” berbagai menu kopi—mulai dari latte, cappuccino, hingga americano—sehingga proses pembuatannya perlu diperhatikan secara detail agar rasa tetap seimbang.

Menurut Ana Himawari, barista sekaligus pemilik Kopi Gemolong, kualitas espresso sangat dipengaruhi oleh teknik kalibrasi serta pemahaman terhadap karakter biji kopi. Tanpa pengaturan yang tepat, espresso bisa berakhir terlalu pahit, terlalu asam, atau justru hambar. Ia membagikan sejumlah panduan praktis untuk menjaga hasil seduhan tetap konsisten.

1. Mesin espresso yang berkualitas dan terawat

Ana menekankan bahwa espresso yang sesuai keinginan dan memiliki rasa kompleks membutuhkan mesin. Mesin berperan penting dalam menjaga tekanan dan suhu tetap stabil selama proses ekstraksi. Jika tekanan tidak stabil, hasil seduhan berpotensi tidak maksimal dan rasa akhir bisa berubah.

Selain memilih mesin yang memadai, perawatan rutin juga menjadi bagian penting. Mesin yang bersih dan terkalibrasi dengan baik membantu menjaga konsistensi rasa dari setiap shot espresso.

2. Kalibrasi untuk memunculkan karakter rasa

Kalibrasi disebut Ana sebagai kunci untuk mengeluarkan rasa yang terkandung dalam biji kopi. Proses ini mencakup pengaturan ukuran gilingan, dosis kopi, dan waktu ekstraksi. Ketiganya perlu disesuaikan agar rasa yang kompleks dapat muncul secara seimbang.

Kalibrasi umumnya dilakukan sebelum operasional dimulai. Dengan pengaturan yang tepat, espresso diharapkan memiliki body yang kuat, aroma yang tajam, serta aftertaste yang nyaman.

3. Menyesuaikan ukuran gilingan dengan karakter biji

Ukuran gilingan memengaruhi tingkat ekstraksi. Gilingan terlalu halus dapat membuat kopi over-extracted dan terasa pahit. Sebaliknya, gilingan terlalu kasar berisiko menghasilkan seduhan under-extracted yang cenderung asam.

Ana juga menyarankan barista mengenali karakter biji kopi yang digunakan. Informasi profil rasa biasanya sudah dicantumkan roastery setelah biji melewati tahap cupping. Data tersebut dapat membantu penyesuaian teknik dan resep seduh sesuai karakter kopi.

4. Kontrol suhu dan teknik seduh agar tidak pahit

Selain berbicara soal espresso berbasis mesin, Ana turut menyinggung prinsip kontrol suhu dan teknik seduh untuk mencegah rasa pahit berlebihan. Untuk manual brew berbasis arabica, ia menyarankan suhu air tidak lebih dari 90°C karena suhu yang terlalu tinggi dapat membuat rasa pahit lebih dominan.

Teknik menuang air (pouring) juga dinilai berpengaruh. Air panas sebaiknya dituang perlahan, bukan sekaligus, agar ekstraksi berjalan lebih merata dan rasa lebih seimbang. Prinsip pengendalian suhu dan ekstraksi ini disebut relevan untuk menjaga kualitas seduhan, termasuk dalam pembuatan espresso.