Menjelang Ramadan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menegaskan pentingnya menjaga harga pangan tetap berada dalam koridor yang telah disepakati. Penekanan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar stabilitas harga pangan terjaga selama bulan puasa.
Amran mengatakan Presiden sebelumnya menyampaikan apresiasi atas kondisi harga saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menyebut pemerintah menargetkan stabilisasi harga pangan dapat tercapai dalam waktu satu pekan, dengan harga berada pada level Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia juga menegaskan larangan bagi pelaku usaha untuk menjual pangan di atas HET. Amran menyatakan Satgas Pangan Polri akan bertindak apabila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, imbauan telah disampaikan sejak lama sehingga tidak ada lagi toleransi bagi penjualan yang melampaui batas harga yang ditetapkan.
Di sisi lain, kondisi di Pasar Anyar Bogor disebut mencerminkan dukungan pelaku usaha terhadap upaya stabilisasi. Ketersediaan sejumlah bahan pangan pokok dinilai memadai, sementara harga masih bergerak dalam rentang wajar dan berada di bawah HET maupun HAP di tingkat konsumen.
Salah satu pedagang, Ahmad Nasir, menyampaikan pasokan cabai masih rutin masuk ke pasar dan harga masih sesuai HAP tingkat konsumen. Ia menyebut cabai rawit sekitar Rp45.000 per kilogram, cabai merah besar Rp32.000 per kilogram, dan cabai keriting Rp35.000 per kilogram, dengan pasokan yang dinilai lancar.
Untuk komoditas protein hewani, Eja, pedagang daging sapi di Pasar Anyar Bogor, mengatakan harga daging merah berada di kisaran Rp130.000 per kilogram. Sementara itu, Hendar, pedagang daging ayam ras, menyebut harga ayam sekitar Rp38.000 per kilogram. Ia menambahkan stok tetap terjaga dan permintaan pembeli masih dalam kondisi normal.
Pada komoditas beras, Toko Beras Budi Daya menyatakan beras medium tersedia dengan harga Rp13.000 per kilogram. Pedagang menegaskan pasokan beras tidak mengalami hambatan dan distribusi berjalan lancar.
Dengan kondisi tersebut, harga pangan di Pasar Anyar Bogor dinilai relatif terkendali di tingkat konsumen. Situasi itu disebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan.
Ke depan, pemerintah menyatakan telah mengoordinasikan pihak-pihak terkait untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan tidak melampaui batas yang ditetapkan, sekaligus memperkuat pengawasan distribusi agar masyarakat memperoleh harga yang baik.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi umum secara bulanan pada momen Nataru tercatat 0,64% pada Desember 2025. Dalam lima tahun terakhir, inflasi umum bulanan pada Desember disebut selalu berada di bawah 1%.
Sementara untuk komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan, dalam lima tahun terakhir inflasi pangan bulanan selama Ramadan dan Idulfitri disebut selalu berada di bawah 3%. Untuk kondisi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, inflasi pangan terakhir tercatat 2,74% pada Desember 2025. Pemerintah menyatakan akan menerapkan dua langkah, yakni menggencarkan program intervensi pangan serta memperketat pengawasan harga guna menekan inflasi ke depan.

