BERITA TERKINI
Bangkit Usai PHK, Yudha Putra Pratama Kembangkan Ayam Goreng Panglima

Bangkit Usai PHK, Yudha Putra Pratama Kembangkan Ayam Goreng Panglima

Kehilangan pekerjaan tidak selalu menjadi akhir dari perjuangan. Hal itu dialami Yudha Putra Pratama, pemilik usaha Ayam Goreng Panglima, yang memilih bangkit setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melewati masa sulit tanpa penghasilan.

Setelah terkena PHK, Yudha menghadapi tekanan berat akibat ketidakpastian ekonomi. Kondisi tersebut membuatnya terpuruk hingga sang istri mengajaknya berkonsultasi dengan psikiater.

Di tengah situasi itu, Yudha berupaya mencari cara agar tetap bisa menghasilkan. Ia memulai langkahnya dengan merintis bisnis frozen food. Dari usaha kecil tersebut, ia perlahan membangun keyakinan bahwa pengalaman dan kegigihan dapat menjadi modal untuk menata kembali kehidupan.

Perjalanan Yudha kemudian berlanjut dengan pembukaan restoran Ayam Goreng Panglima. Usaha ini mengusung dasar menu ayam goreng khas Bandung sebagai langkah baru untuk menghadirkan sajian yang bisa dinikmati masyarakat sekaligus menjadi bagian dari proses membangun kembali setelah masa keterpurukan.

Nama “Panglima” dipilih dengan harapan besar. Yudha ingin usahanya tidak hanya menjadi sebuah merek, tetapi juga mampu menjadi salah satu “komando ayam goreng di Indonesia”—sebuah simbol semangat untuk memimpin, berkembang, dan bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner.

Menurut Yudha, membangun usaha bukan perkara mudah. Rangkaian pengalaman mulai dari kehilangan pekerjaan, melewati masa sulit, merintis frozen food, hingga memiliki restoran, menjadi proses yang memberinya banyak pelajaran, termasuk keberanian untuk memulai kembali meski berada di titik rendah.

Kisah Ayam Goreng Panglima menggambarkan bahwa PHK tidak selalu berarti hilangnya kesempatan untuk meraih keberhasilan. Dari kehilangan, Yudha menemukan jalan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Kini, ia terus mengembangkan Ayam Goreng Panglima dengan membawa cita rasa ayam goreng yang terinspirasi dari Bandung. Ia berharap usaha yang berangkat dari masa sulit tersebut semakin dikenal dan berkembang menjadi salah satu pilihan kuliner masyarakat Indonesia.

Melalui perjalanannya, Yudha ingin menunjukkan bahwa jatuh bukan alasan untuk berhenti melangkah. Selama ada kemauan untuk mencoba dan terus belajar, peluang untuk bangkit tetap terbuka.