Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan kawasan Sawang Pelangi di Desa Namang sebagai destinasi agrowisata yang memadukan kegiatan perkebunan, pertanian, dan peternakan dengan wisata kuliner lokal. Pengembangan ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan Sawah Namang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan konsep yang berbeda dari objek wisata lainnya. Menurutnya, konsep wisata di Desa Namang menawarkan pesona alam persawahan, peternakan, dan budi daya madu di Hutan Pelawan, serta perkebunan hortikultura yang dikemas dalam satu paket wisata.
Dalam paket tersebut, wisata kuliner lokal menjadi bagian penting yang digerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengunjung dapat menikmati makanan khas Bangka yang disajikan dalam dulang atau nampan besar berisi piring-piring kecil dengan aneka pilihan lauk, seperti lempah kuning, ikan bakar, lempah sayur darat, dan menu lainnya.
Algafry menyebutkan, kawasan ini memadukan 41 lapak UMKM yang menjual beragam produk kuliner dengan suasana alam persawahan yang dinilai mampu menghadirkan suasana lebih tenang dan nyaman bagi wisatawan.
Selain kuliner, pengunjung juga dapat membeli produk lokal seperti beras merah dan madu hutan pelawan, terutama madu pahit pelawan yang disebut sebagai produk unggulan. Pemerintah daerah menilai perpaduan wisata alam dan kuliner lokal tersebut dapat meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan, sekaligus menambah pendapatan warga dan menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Dalam kesempatan itu, Algafry mengapresiasi dukungan PT PLN yang telah membangun 41 lapak UMKM secara permanen di kawasan Sawang Pelangi Namang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kejaksaan yang menjadikan kawasan persawahan Desa Namang sebagai kawasan pertanian binaan Adhyaksa, sehingga turut mendukung pengembangan destinasi tersebut.
Algafry menyatakan dukungan kedua lembaga tersebut membantu terwujudnya pembangunan kawasan wisata Sawang Pelangi Namang.