BERITA TERKINI
Bandara Soekarno-Hatta Salurkan 4.000 Porsi PMT untuk 140 Balita di Sepatan Timur

Bandara Soekarno-Hatta Salurkan 4.000 Porsi PMT untuk 140 Balita di Sepatan Timur

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyalurkan bantuan makanan bergizi bagi masyarakat di sekitar bandara melalui program InJourney Airports Pangan Berdaya – Penurunan Stunting dan Pencegahan Gizi Buruk Tahun 2026. Dalam program ini, sebanyak 4.000 porsi makanan tambahan (PMT) diberikan kepada 140 balita dengan status gizi kurang dan sangat kurang (underweight) di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Bantuan PMT tersebut akan didistribusikan melalui Posyandu di delapan desa selama 28 hari. Program ini ditujukan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan gizi buruk di wilayah sekitar bandara.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan kontribusi bandara bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan lewat dukungan pada aktivitas ekonomi dan konektivitas, tetapi juga melalui program yang memberi manfaat langsung.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bagian dari masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami ingin keberadaan bandara dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui dukungan terhadap kesehatan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Heru.

Selain bantuan pangan bergizi, program tersebut juga mencakup penyerahan 140 paket hygiene kit serta edukasi mengenai kebersihan, sanitasi, gizi seimbang, dan kesehatan keluarga. Edukasi dilakukan bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Posyandu, dan masyarakat.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menjalankan program InJourney Airports Cerdaskan Bangsa melalui Program Sertifikasi Keahlian Kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF). Sebanyak 20 peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC).

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat sekitar di bidang kebandarudaraan, khususnya keselamatan dan penanggulangan keadaan darurat di bandara.

“Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan,” kata Heru.

Heru menambahkan, seluruh program TJSL dilaksanakan dengan mengedepankan kolaborasi agar manfaat yang diberikan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan. “Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik,” tutur Heru.