Inovasi kuliner ayam crispy dengan konsep celup saus dinilai mulai menunjukkan perkembangan sebagai peluang usaha baru di daerah, khususnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di tengah maraknya bisnis kuliner kekinian, konsep ini disebut memiliki ruang pasar karena belum banyak ditemukan di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan pelaku UMKM, Rianto, SE., ME., dalam dialog program Sapa UMKM RRI Bone pada Kamis, 2 April 2026, yang membahas potensi dan tantangan usaha kuliner berbasis inovasi di daerah.
Rianto menjelaskan, usaha yang ia rintis bermula dari ide sederhana sang istri setelah mereka dikaruniai anak. “Awalnya ini ide istri, bagaimana kalau kita coba usaha Ayam Crispy. Dari situ saya mulai melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Ia kemudian mengamati bahwa ayam crispy dengan sistem celup saus belum banyak dijumpai di Bone. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi celah pasar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
Konsep yang ditawarkan menghadirkan pilihan saus beragam, seperti keju, barbeque, mentai, lada hitam, serta varian rasa lainnya. Rianto menilai variasi rasa dan menu menjadi nilai tambah yang dapat menarik minat konsumen dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Menurut Rianto, keberanian menghadirkan konsep berbeda menjadi salah satu kunci dalam membangun usaha agar mampu bertahan di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat. Ia juga berharap inovasi pelaku UMKM di daerah dapat terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi lokal.

