BERITA TERKINI
Aplikasi Takarin Disebut Bantu Tingkatkan Literasi Gizi Digital Masyarakat

Aplikasi Takarin Disebut Bantu Tingkatkan Literasi Gizi Digital Masyarakat

Aplikasi Takarin diperkenalkan sebagai inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk membantu masyarakat memahami kebutuhan kalori dan asupan gizi harian. Aplikasi ini diklaim mampu menganalisis kandungan gizi makanan melalui foto, sehingga pengguna bisa memperoleh informasi terkait makanan yang dikonsumsi.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Viona Desi Amelia, Sp.GK., AIFO-K., menekankan pentingnya pemahaman kebutuhan gizi untuk mendukung penerapan pola makan sehat dan seimbang. Hal itu ia sampaikan dalam dialog Literasi Digital RRI Banda Aceh, Rabu, 16 September 2026.

Menurut dr. Viona, masyarakat tidak perlu menjadi ahli diet untuk mulai memahami kebutuhan kalori. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan setiap orang berbeda-beda, dipengaruhi usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. “Masyarakat awam tidak perlu harus menjadi dietician untuk mengetahui tentang kalori,” katanya.

Ia mengingatkan, kelebihan asupan kalori dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik. Sementara itu, kekurangan kalori secara berlebihan dapat memicu penurunan berat badan serta kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Viona menilai aplikasi kesehatan seperti Takarin dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola makan dan pemenuhan kebutuhan gizi. Namun, ia menegaskan informasi dari aplikasi tidak dapat menggantikan pemeriksaan dan pendampingan tenaga kesehatan profesional. “Kalau sudah mencapai penyakit, harus didampingi oleh tenaga profesional seperti dokter spesialis gizi klinik,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat memulai perubahan pola hidup melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti memperhatikan jenis makanan, porsi makan, serta kebiasaan sehari-hari.

Dr. Viona menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan menghitung jumlah kalori. Upaya tersebut perlu diimbangi dengan perbaikan perilaku makan dan penerapan pola hidup sehat secara menyeluruh. Pemanfaatan teknologi digital seperti Takarin diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi gizi masyarakat sekaligus mendorong kesadaran menjaga kesehatan secara berkelanjutan.